Selasa, 09/12/2008 00:00

Mempertahankan Rambu Perekonomian

Pataniari Siahaan Ketua Sub Tim Kerja I MPR RI mengemukakan hal tersebut dalam Dialog Interaktif di TVRI pada akhir Oktober lalu. Dialog tersebut mengangkat tema tentang perekonomian nasional. Hadir di Studio 5 TVRI, para mahasiswa Universitas Moestopo Beragama dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing-LIA.

“Pada praktiknya pembangunan ekonomi perananmya sangat mendasar dalam pembangunan nasional, walaupun tidak linear dengan jaminan perlindungan sosial. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi harus sejalan dengan pembangunan nasional dan perlindung sosial sehingga tujuan terbentuknya welfare state (negara sejahtera) sebagaimana diidamkan setiap negara akan mengalami peningkatan sesuai dengan batas sumber daya yang dimiliki,” ungkap Pataniari.

Menjawab pertanyaan Ardian, Jakarta, mengenai pembangunan pasar kecil yang selalu berdekatan dengan pasar modern, Pataniari menjelaskan, masalah tersebut merupakan usaha bersama, karena setiap daerah ingin mempunyai mal atau supermarket. Aturan main, memang, harus diperjelas mana hak pengusaha kecil, koperasi, dan pengusaha besar. Bentuk usaha kemitraan juga perlu dibuatkan aturan mainnya.

Berdasakan ketentuan UUD NRI Tahun 1945, perekonomian nasional diselenggarakan dengan asas kekeluargaan dan prinsip demokrasi ekonomi. Inilah yang menjadi rambu-rambu perekonomian kita. Hal ini penting, agar seluruh sumber daya ekonomi nasional digunakan sebaik-baiknya sesuai faham demokarsi ekonomi. Dengan begitu, ada banyak manfaat bagi rakyat.

Mempertahankan rambu-rambu perekonomian sangat penting, karena akan memberikan ketahanan yang kuat dan arah yang tetap untuk pencapaian tujuan ekonomi nasional dalam berbagai kondisi. Hasilnya, akan terdapat kesinambungan program pembangunan menuju arah pencapaian masyarakat yang lebih maju dan sejahtera.

Share

Rekaman Live Streaming Pidato Bung Karno 1 Juni di Bengkulu