Kamis, 22/04/2010 08:39

Gemar Suka Pancasila


Sekolah yang beralamat di Jl.R. A. Fadillah, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur itu menjadi tuan rumah dari peresmian Gemar Suka (Gerakan Mahasiswa Pelajar Satukan Kekuatan Amal) Pancasila. SMA yang berdiri pada tahun 1974 itu berdandan sebab pada hari itu ia kedatangan tamu-tamu penting, seperti Ketua MPRRI Taufiq Kiemas, Wakil Gubenur Jakarta Mayjen (purn) Prijanto, Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni, Bupati Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung, Wali Kota Bekasi H. Mochtar Mohammad, Ketua Karang Tarauna Nasional Dody Sutanto, serta perwakilan dari SMPN 7 Jambi, SMPN 2 Bitung, Pendiri Muri Jaya Suprana serta undangan lainnya dari berbagai instansi dan lembaga.

Acara inti hari itu memang adalah peresmian Gemar Suka Pancasila, namun beragam acara yang mendukung revitalisasi Pancasila digelar untuk memeriahkan acara itu. Tak heran dalam acara itu berbagai pemberian penghargaan diberikan kepada kepala daerah dan sekolah yang telah mendukung sosialisasi Pancasila, misalnya Telly Tjanggulung mendapat penghargaan karena di Minahasa Tenggara ada desa Pancasila. Dalam acara itu, Ketua Karang Taruna Nasional mendapat penghargaan dari Muri sebagai pemrakarsa ATM (Amalkan, Tuliskan, dan Masukan) Pancasila. Para siswa SMAN 39 Cinjantung pun juga dibuat sibuk dengan acara itu, sebanyak 13 orang jauh-jauh hari sudah berlatih tari saman untuk membuka acara. Paskibraka sekolah pun dilibatkan dalam acara itu.

Sebagai acara kerja sama antara MPR, Karang Taruna, dan Pemda Jakarta, acara itu merupakan salah satu bentuk dari sosialisasi 4 Pilar yang selama ini dikoordinasikan oleh MPR. Dalam sambutannya, Dody Sutanto mengatakan acara yang diikuti oleh para pelajar dan mahasiswa ini dalam rangka sosialiasi Pancasila. “Karang Taruna menyambut hangat pelaksanaan sosialisasi ini,” ujarnya. Untuk lebih meningkatkan pemahaman Pancasila di kalangan generasi muda, Dody mencanangkan gerakan nasional pengamalan 1 juta butir nilai-nilai Pancasila. “Dulu hanya ada 36 butir namun sekarang kita amalkan sebanyak 1 juta butir,”paparnya.

Untuk mencanangkan 1 juta butir pengamalan nilai-nilai Pancasila menurut Dody dilakukan dengan 2 instrumen, yakni melalui diary Pancasila dan ATM Pancasila. Dalam diary itu seluruh siswa mencatat kegiatan sehari-hari yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, seperti melaksanakan ibadah agama, tolong menolong, dan sebagainya. Sedang ATM Pancasila adalah berbagai masalah yang dihadapi dimasukan ke dalam kotak dan pada hari-hari tertentu  masalah itu dibahas secara bersama. “Pelaksanaan dari diary Pancasila mengalami peningkatan secara signifikan, pertama kali diresmikan oleh Bapak Prijanto hanya ada di 28 sekolah, namun sekarang ada 151 sekolah,” ujarnya.

Sebagai wakil pemerintah Jakarta, Prijanto merasa bangga kepada Taufiq Kiemas dan Dody Sutanto yang telah mensosialisasikan Pancasila kepada pelajar yang berada di wilayahnya. Prijanto menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya sekadar dihafalkan namun yang lebih utama diamalkan. “Mari kita saling menghormati dan jangan saling menyalahkan,” ujar pria yang pernah menyandang pangkat bintang dua itu.

Acara yang meriah dan ceria itu membuat Taufiq Kiemas merasa bangga bisa hadir di tengah-tengah para pelajar itu. “Kami sangat menyambut baik Gemar Suka Pancasila ini sebagai langkah nyata pembangunan demokrasi di Indonesia,” ujar Taufiq Kiemas. Gemar Suka Pancasila dikatakan oleh suami Megawati itu sebagai  wadah untuk pembinaan dan pengembangan potensi pemuda-pemudi Indonesia untuk meningkatkan pemahaman mengenai nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila.

Menurut Taufiq Kiemas masyarakat sejahtera, negara yang demokratis dan modern tentu tidak akan terwujud apabila 4 Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak menjadi landasan perjuangan dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Empat pilar itu dijelaskan oleh Taufiq Kiemas kepada hadirin, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NRI, dan Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an. “Sekali lagi saya harapkan semoga Gemar Suka Pancasila dapat dijadikan semangat bagi kita untuk lebih mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya. Dan ditandai dengan pemencetan tombol sirene dan penandatanganan maka gerakan itu menjadi sebuah gerakan sosialisasi.

Bagi Septiana Faza, siswa Kelas 10 SMAN 39 itu acara peresmian Gemar Suka Pancasila merupakan cara yang bagus. Dikatakan dengan acara itu dirinya lebih paham mengenai Pancasila. Hal senada juga diungkapkan teman Septiana Faza, M. Aris Stander, menurutnya acara itu berguna bagi pelajar. “Bisa mengerti Pancasila,” ujar remaja bertubuh tambun itu. Bermanfaatnya acara itu tidak hanya diungkapkan oleh siswa-siswa yang bersekolah di komplek Markas Koppasus itu.  Liauw Kok Tjiang pun sempat terharu. Pemilik nama asal Jaya Suprana itu mengatakan, “Hari ini saya terharu sebab diingatkan kembali bahwa kita memiliki Pancasila yang tak ada duanya di dunia,” ujarnya.
 

Share

Rekaman Live Streaming Pidato Bung Karno 1 Juni di Bengkulu