Sabtu, 20/08/2011 22:28

Dialog Interaktif TVRI: Hukum Yang Memenuhi Rasa Keadilan

“Etika kehidupan berbangsa  yang dianut  Indonesia  bersumber dari ajaran agama. Juga nilai-nilai luhur budaya bangsa yang tercermin dalam Pancasila. Nilai-nilai inilah yangmenjadi  acuan dasar dalam berfikir, bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara,”  demikian Prisca Anne Puspita, selaku host, sebagai kata pengantar acara dialog interaktif di Studio 8 TVRI, Jum’at 19 Maret 2010.


Dialog untuk sosialisasi UUD NRI Tahun 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika itu, bertema Etika Penegakan Hukum yang Berkeadilan. Tampil sebagai narasumber  adalah Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y. Thohari dan dan anggota MPR Ahmad Yani. Acara ini dihadiri para mahasiswa Univesitas Indonesia dan Universitas Mercubuana. 

Menurut Hajriyanto, untuk menata panggung politik dan  kehidupan nasional pasca reformasi, MPR telah mengeluarkan Ketetapan No. VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Salah satu isinya, memberi instruksi kepada Presiden  dan lembaga tinggi Negara, serta masyarakat untuk melaksanakan materi dan kaedah pelaksanaan etika kehidupan berbangsa dalam penyelenggaraan kehidupan Negara.

Untuk membangun  penegakan hukum,  kata Hajrianto,  tidak terbatas pada  struktur hukumnya saja,  tetapi juga budaya hukum, Karena itu, masyarakat   harus dilatih  menjadi warga  yang mengerti dan taat akan hukum.  Pernyataan itu disampaikan Hajrianto menjawab pertanyaan peserta mengenai  perlunya   pengetahuan tentang hukum bagi masyarakat.

Dengan adanya etika penegakan hukum, menurut Hajrianto, MPR RI menghendaki agar tercipta suatu negara hukum yang benar-benar tercermin  dalam setiap praktik penyelenggaraan negara.  Tidak  hanya menciptakan keadilan sesuai   hukum positif seperti  perundang-undangan yang berlaku,  juga dapat menciptakan dan memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Sementara Ahmad Yani mengatakan,  salah satu etika pokok  dalam kehidupan berbangsa adalah  penegakan hukum yang berkeadilan. Etika ini dirumuskan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa tertib sosial, ketenangan dan keteraturan hidup bersama hanya dapat diwujudkan dengan ketaatan terhadap hukum. Juga seluruh peraturan yang berpihak kepada keadilan, termasuk  aturan hukum yang menjamin   pemenuhan rasa keadilan yang hidup dan berkembang di dalam masyarakat. Etika ini ini, kata Ahmad Yani meniscayakan hukum secara adil, perlakuan yang sama dan tidak diskriminatif terhadap setiap warga negara di hadapan hukum. Juga  mengindarkan penggunaan hukum secara salah sebagai alat kekuasaan dan bentuk-bentuk manipulasi hukum lainnya.

Share

Sampaikan Komentar Anda
Komentar untuk berita ini
Komentar (0)

LCC 2012 Seleksi Provinsi Kalimantan Timur Babak Penyisihan I