Kamis, 09/02/2012 20:28

Menjawab Kegalauan Bersama

MPR RI


delegasi alumni kelompok cipayung
(Humas MPR)
Mantan aktivis Kelompok Cipayung merasa galau dengan kondisi bangsa saat ini. Merosotnya pemahaman 4 Pilar membuat mereka turun gunung. Mereka bersepakat membentuk Forum Alumni Kelompok Cipayung dan bermitra dengan MPR untuk melakukan sosialisasi 4 Pilar.

Para mantan aktivis Kelompok Cipayung yang tersebar di berbagai elemen masyarakat, mengalami kegalauan bersama atas merosotnya pemahaman masyarakat akan nilai-nilai 4 Pilar, yakni Pancasila, UUD NRI tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Untuk mengatasi yang demikian maka mereka bersepakat ‘turun gunung’ untuk ikut menjadi mitra MPR dalam melakukan sosialisasi 4 Pilar.

Kelompok Cipayung adalah gabungan organisasi mahasiswa yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), yang menyatukan diri pada Januari 1972. Mereka bersatu dengan satu tujuan menjadikan Indonesia yang kita cita-citakan.

Monumentalnya semangat Kelompok Cipayung, membuat mantan para aktivisnya rindu untuk bersatu kembali dan mendeklarasikan Forum Alumni Kelompok Cipayung dengan tujuan yang sama yakni Indonesia yang kita cita-citakan pada Januari 2012.

Untuk mengatasi kegalauan akan merosotnya pemahaman masyarakat akan 4 Pilar, Forum Alumni Kelompok Cipayung pada 9 Februari 2012, mereka mengadakan audensi dengan pimpinan MPR. Delegasi yang dipimpin oleh Riad Oscha Chalik itu diterima oleh Ketua MPR Taufiq Kiemas dan Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y. Thohari di Ruang Samithi II, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD.

“Kami alumni Kelompok Cipayung bersepakat untuk berhimpun karena ada kegalauan bersama atas kondisi bangsa,” ujar Riad Oscha Chalik. Lebih lanjut alumni GMNI itu mengatakan, Forum Alumni Kelompok Cipayung ingin menjadikan Indonesia yang dicita-citakan melalui pemantapan 4 Pilar. Forum Alumni Kelompok Cipayung ingin agar ideologi Pancasila terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dikatakan oleh Riad Oscha Chalik, kunjungan forum ini ke MPR dianggap sangat relevan sebab MPR-lah lembaga satu-satunya yang bertugas mensosialisasikan 4 Pilar. Forum Alumni Kelompok Cipayung yang memiliki cabang di 33 provinsi siap bersama MPR untuk melakukan sosialisasi 4 Pilar.

Alumni GMNI lainnya, Soekarwo, menuturkan ada satu keinginan kuat untuk menyelamatkan bangsa Indonesia seperti yang tertuang dalam pembukaan UUD NRI tahun 1945. “Penyelamatan yang diinginkan oleh Forum Alumni Kelompok Cipayung ini termanifestasikan dalam 4 Pilar,” ujar pria yang menjadi Gubernur Jawa Timur itu. Soekarwo mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini ingin agar 4 Pilar lebih dikonkretkan dalam kehidupan masyarakat. “Tidak hanya dalam tataran teori namun dalam tataran implementasi,” ujarnya. Intinya yang dikatakan oleh pria yang memiliki kumis tebal itu adalah masyarakat memiliki satu kemauan yang kuat agar kehidupan bersama berpijak pada 4 Pilar.

Delegasi lain yang hadir dalam kesempatan itu, Effendy Choirie, menyatakan bahwa hadirnya Forum Alumni Kelompok Cipayung ke tengah-tengah masyarakat merupakan yang sangat relevan. Menurutnya diantara organisasi kemahasiswaan yang ada, hanya Kelompok  Cipayung yang dalam melakukan kaderisasi mendorong pentingnya wawasan kebangsaan. “Di Kelompok Cipayung dan alumninya, 4 Pilar merupakan kesepakatan dan perjanjian final,” ujarnya.

Effendy Choirie mengakui saat ini di Indonesia menghadapi adanya bias demokratisasi sehingga ada kelompok yang ingin menjadikan ideologi selain Pancasila untuk menjadi ideologi bangsa dan negara. Hadirnya kelompok ini kalau dibiarkan akan menjadi ancaman. “Sehingga di sinilah relevansi hadirnya Forum Alumni Kelompok Cipayung yang bertujuan ikut memantapkan 4 Pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar mantan alumni PMII itu.

Mendapat pemaparan yang demikian, Taufiq Kiemas merasa bahwa apa yang dicita-citakan Forum Alumni Kelompok Cipayung sejalan dengan tugas MPR. Taufiq Kiemas merasa bangga Forum Alumni Kelompok Cipayung peduli dengan kondisi bangsa dan negara. “Dukungan Forum Alumni Kelompok Cipayung ke MPR luar biasa sekali,” ujarnya.

Hadirnya Forum Alumni Kelompok Cipayung disyukuri oleh Hajriyanto Y. Thohari. “Hadirnya Forum Alumni Kelompok Cipayung merupakan kabar yang menggembirakan dan menyegarkan,” ujarnya. Hadirnya forum alumni itu menurut Hajriyanto Y. Thohari terinspirasi dari Kelompok Cipayung, di mana pada masa lalu, kelompok ini mampu mengintergrasikan bangsa.

Kepada Forum Alumni Kelompok Cipayung, Hajriyanto Y. Thohari memaparkan bahwa berdasarkan survei yang dilakukan oleh Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Universitas Airlangga, dan LSM Setara, bahwa sosialisasi 4 Pilar ternyata direspon sangat baik oleh masyarakat. Ketiga lembaga itu menurut Hajriyanto Y. Thohari merekomendasikan perlunya narasumber yang memiliki ketokohan, disegani, dan memiliki sifat independen yang tinggi. “Sifat-sifat narasumber yang direkomendasikan itu saya pikir ada di Forum Alumni Kelompok Cipayung,” ujanrya.

Hajriyanto Y. Thohari mendukung dan menyatakan siap bekerja sama dengan Forum Alumni Kelompok Cipayung dalam rangka mensosialisasikan 4 Pilar.  “Kami menjawab dengan gembira dan terbuka keinginan forum ini untuk bersama-sama melakukan sosialisasi 4 Pilar demi kepentingan bangsa dan negara,” ujanrya. 

Share

Komentar (0)

Dialog Interaktif dengan Tema Pentingnya 4 (empat) pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara