Minggu, 12/02/2012 21:30

Din Syamsuddin: Mari Kita Membumikan Kerukunan Antarumat Beragama

MPR RI


Din Syamsuddin
(antaranews.com)

Para tokoh agama yang tergabung dalam IRCI memandang penting dialog antarumat beragama. Dialog itu dilandasi rasa ketulusan, kesejatian, keterbukaan, dan keterusterangan. Kegiatan The World Interfaith Harmony Week 2012 didukung oleh PBB dan MPR.

Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, pada Minggu 12 Februari 2012 tidak seperti biasanya. Bila pada hari Minggu, biasanya gedung itu tak ada aktivitas, lain dengan pada hari itu. Nampak ratusan pelajar, mahasiswa, dan generasi muda, serta berbagai tokoh dan umat antaragama memadati ruangan itu. Mereka datang dengan sangat antusias dan ceria karena mendukung Inter Religious Council of Indonesia (IRCI) yang mengkampanyekan program dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yakni The World Interfaith Harmony Week 2012.

Presidium IRCI, Din Syamsuddin, saat acara menjadi orang paling sibuk. Ia mengkoordinasikan acara itu agar benar-benar berjalan sesuai pesan perdamain. Di tengah kesibukannya, ia melayani pertanyaan dari puluhan wartawan dari televisi, radio, dan media cetak. Berikut rangkuman pendapat Ketua Umum Muhammadiyah itu saat dikerubuti wartawan dan saat melakukan pidato sambutan.

Menurut Din Syamsuddin, acara seperti The World Interfaith Harmony Week 2012 ini tetap ada manfaatnya. Kalau ada yang berpendapat masih banyak konflik umat beragama padahal sudah ada dialog, Din Syamsuddin menjawabnya sudah ada dialog saja masih konflik apalagi kalau tidak ada dialog. Untuk itu diri dan tokoh umat beragama lainnya tidak bosan-bosannya untuk mengembangkan dialog antarumat beragama. IRCI percaya pada kekuatan dialog, power of dialog. Dan ini yang harus terus menerus dikembangkan.

Din Syamsuddin mengusulkan dialog antarumat beragama ini harus dikembangkan pada paradigma baru, yakni dialog dialogis, yaitu dialog yang berangkat dari ketulusan, kesejatian, keterbukaan, keterusterangan, untuk memecahan masalah. Oleh karena itu kalau ada masalah-masalah di antara umat beragama bisa diselesaikan, karena boleh jadi masalah yang ada itu tinggal satu atau dua saja.

Din Syamsuddin mengatakan dialog tidak hanya interfaith namun juga intrafaith. Selain antaragama, intra agama juga penting. Dialog dalam satu umat beragama, tidak kalah pentingnya. Dan ini menjadi agenda kita semua.

Menurut Din Syamsuddin ternyata tidak ada satu agamapun yang menolak kerukunan beragama. Dan tidak ada satu agamapun menolak kemajemukan, bahkan kemajemukan itu dalam pandangan Islam adalah sunatullah, hukum Allah, dalam kehidupan. Dan oleh karena itu sebagai  bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam agama, suku, bahasa, dan budaya, harus dapat mempertahankan kemajemukan dalam kerukunan. Di antara agama-agama jelas  ada perbedaan. Tetapi di antara agama-agama itu banyak sekali persamaan. Kita tidak akan menyamakan perbedaan-perbedaan, tetapi juga tidak boleh membedakan persamaan-persamaan itu.

Lebih lanjut dikatakan alumni Pondok Pesantren Gontor itu, marilah semua mengembangkan persamaan, mendekatkan perbedaan diantara kita dalam satu kesediaan untuk hidup rukun dan damai dalam bingkai Indonesia yang majemuk. Sekarang tugas kita adalah bagaimana membumikan pesan moral agama tentang kerukunan ini dalam kehidupan nyata, tidak hanya di pusat tetapi juga di daerah-daerah, tidak hanya di kota tetapi juga di desa-desa. Maka marilah semua bersatu padu untuk menegakan kerukunan dalam bingkai NKRI yang kita cintai, harmoni dalam symphoni untuk negeri yang kita cintai.

Diungkapkan oleh Din Syamsuddin, The World Interfaith harmony Week adalah agenda PBB yang diserukan untuk dirayakan di seluruh dunia pada awal Februari setiap tahun. IRCI telah merayakan sejak tahun lalu, 2011, dan pada tahun 2012 dirayakan di Gedung MPR/DPR/DPD sebagai lambang adanya kemitraan antara umat beragama dengan wakil-wakil rakyat.

Dua hari sebelum acara itu tokoh agama, Ketua MPR, Ketua DPD, dan Ketua DPD, telah melakukan penanaman pohon di Komplek MPR/DPR/DPD. Kegiatan itu diharapkan oleh Din Syamsuddin menjadi monument sejarah yang akan memberikan pesan kerukunan kepada generasi bangsa selanjutnya.

Di akhir sambutan, Din Syamsuddin mengajak semua untuk melakukan pengarusutamaan kerukunan, kesediaan untuk hidup berdampingan secara damai untuk menjadi bagian bangsa Indonesia. “Mari kita sadarkan saudara-saudara kita dari berbagai agama yang masih belum paham dan belum sadar tentang pentingnya kerukunan,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, “Mari kita ajak mereka semua dan dengan demikian, insya Allah Indonesia yang majemuk, yang ber-Bhinneka Tunggal Ika akan menjadi sebuah negeri impian bagi kita semua di bawah lindungan Allah SWT.” 

Share

Komentar (0)

Dialog Interaktif dengan Tema Pentingnya 4 (empat) pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara