Selasa, 14/02/2012 16:38
Konferensi Pers Hasil Studi Efektifitas Sosialisasi 4 Pilar
MPR RI
Konferensi Pers Hasil Studi Efektifitas Sosialisasi 4 Pilar
(MPR RI)
Publikasi yang disampaikan di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Kompleks MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta ini dihadiri tiga Pimpinan MPR RI, Melani Leimena Suharli, Hajriyanto Y.Thohari, dan Lukman Hakim Saifuddin, serta puluhan awak pers media massa nasional.
Menurut Ismail Hasani perwakilan dari Setara Institute, pengkajian efektifitas program sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara mempunyai maksud untuk mendapatkan umpan balik atas penyelenggaraan program dan mengetahui apakah program tersebut efektif sesuai harapan.
“Selain mempunyai maksud studi ini juga mempunyai tujuan antara lain, mengetahui efektifitas metode, materi dan medium pemasyarakatan dan mengetahui seberapa banyak masyarakat yang terjangkau program tersebut,” ujarnya.
Ismail menerangkan bahwa metodologi survey yang dilakukan Setara Institute yakni dengan melakukan pendekatan wawancara tatap muka dengan para partisipan di 33 provinsi, untuk itu Setara mengambil sekitar 1000 responden yang mewakili seluruh partisipan program.
Metodologi survey yang dilakukan CSRC UIN Syarif Hidayatullah pun dulakukan di 33 provinsi, namun survey dilakukan terhadap publik secara umum. Dengan menyisir beberapa daerah di kota dan di desa, CSRC mengambil sekitar 2.500 responden dengan metode wawancara tatap muka dan kuesioner terstruktur. Sedangkan LPPM Universitas Airlangga ( Unair ) melakuak survey secara mendalam di 13 provinsi dnegan metode snow ball. , denga responden berasal dari para tokoh kunci program 4 pilar.
Hasil survey yang dilakukan tiga institusi tersebut, kemudian dilakukan studi secara intensif tentang efektifitas program. Hasilnya sangat menggembirakan. Hasil studi menyebutkan bahwa efek pelaksanaan program, sekitar 83,3 persen masyarakat bertambah pengetahuannya tentang 4 pilar berbangsa hanya 16,7 persen saja kuantitas pengetahuannya sama saja. Studi juga menyebutkan bahwa sekitar 58,2 persen masyarakat mengatakan bahwa program sangat bermanfaat.
Hasil studi juga memaparkan hasil survey opini masyarakat terhadap MPR RI yang menyebutkan, pertama, 4 dari 10 orang Indonesia (42,6%) menilai MPR RI telah berhasil menunaikan tugas dan kewenangannya sebagaimana yang diamanatkan undang-undang. Selebihnya mengatakan tidak berhasil. Kedua, dari beberapa tugas dan wewenang MPR RI, yang dinilai paling berhasil adalah menetapkan Undang-Undang Dasar. Sebaliknya, dalam hal menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat daerah adalah tugas yang dinilai berhasil oleh paling sedikit dibanding tugas lainnya.
Ketiga, Hampir 80% masyarakat menganggap GBHN masih diperlukan sekarang ini untuk mengarahkan kebijakan perencanaan pembangunan nasional. Dari hasil studi ini, ketiga lembaga ini merekomendasikan agar program sosialisasi 4 pilar berbangsa penting untuk dilanjutkan dengan sejumlah catatan pengembangan dari segi teknis dan cakupan pelaksanaan program.
Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan sangat mengapresiasi studi yang dilakukan ke tiga lembaga tersebut tentang program sosialisasi 4 pilar. “Kami memang sangat mengharapkan kegiatan sosialisasi 4 Pilar Berbangsa ini, mendapatkan umpan balik yang positif dan sesuai harapan. Kami juga menyadari walaupun kegiatan sosialisasi mendapatkan respon bahkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat berdasarkan hasil studi tersebut, masih banyak pro kontra di tengah-tengah masyarakat soal program ini,” ujarnya.
Lukman juga tak membantah soal masih banyaknya pihak yang bertanya tentang efektifitas program dan juga menyangsikan sisi manfaat program. “Untuk itulah sangat diperlukan data-data hasil studi seperti ini, agar ke depannya menjadi acuan kita untuk menyempurnakan program agar lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang,” tandasnya.
Komentar (0)
-
Minggu, 21/08/2011 11:41
LAIN HATI LAIN MULUT -
Minggu, 21/08/2011 11:37
PENANDATANGANAN MOU LAUT TIMOR BATAL/SIGNING OF TIMOR SEA MOU CANCEL -
Rabu, 03/08/2011 18:48
PENANDATANGANAN MOU LAUT TIMOR BATAL/SIGNING OF TIMOR SEA MOU CANCEL -
Rabu, 03/08/2011 12:17
LAIN HATI LAIN MULUT














