Jumat, 20/04/2012 10:05

Budi Pekerti Harus Diimplementasikan


chairun nisa:
(flickr.com)

“Budi pekerti jangan hanya dijadikan mata pelajaran namun harus diimplementasikan dalam kehidupan keseharian,” ujar anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar, Chairun Nisa. Harapan Chairun Nisa itu terkait banyaknya mata pelajaran yang membahas soal etika namun sayang mata pelajaran itu sebatas teori tanpa adanya tauladan dan implementasi.

Diceritakan, dulu di sekolah ada mata pelajaran budi pekerti, namun karena suatu hal, mata pelajaran itu dihapuskan. Kemudian di masa Orde Baru ada Pendidikan Moral Pancasila, sebab terlalu semangat bereformasi, mata pelajaran yang yang populer disebut PMP itu juga dihapus.

Lebih lanjut, saat dirinya menjadi narasumber Sosialisasi 4 Pilar, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, melalui program tayangan televisi, TVRI, 19 April 2012, Chairun Nisa memaparkan bangsa Indonesia menginginkan etika menjadi landasan dalam setiap berperilaku kehidupan karena adanya keinginan untuk memperbaiki kondisi bangsa dan negara. Selepas tahun 1998, dirasa etika masyarakat semakin jauh dari nilai-nilai luhur bangsa. Moment untuk menjadikan etika sebagai landasan berperilaku, saat Indonesia berada dalam masa masih hangat-hangatnya semangat reformasi. “Tap MPR No. VI Tahun 2001 Tentang Etika jadi acuan untuk berperilaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dengan tap itulah pemerintah diharapkan bersikap transparan, jujur, disiplin, memiliki etos yang tinggi, dan melayani masyarakat, semuanya bertujuan untuk kesejahteraan. Lebih lanjut, dalam program tayangan Bincang Malam dengan tema Etika Politik dan Pemerintahan,  itu Chairun Nisa mengatakan etika harus diajarkan kepada anak sejak usia dini. Dalam hal ini peran sekolah dan orangtua sangat menentukan dalam membentuk etika.

Etika-etika yang perlu ditanamkan dalam masyarakat, dicontohkan oleh Chairun Nisa seperti budaya antri, menerima kekalahan, dan sifat terbuka. Menurutnya, masyarakat bila dalam berdebat atau gagal dalam pilkada cenderung tidak mau menerima kelemahan dan kekalahan, sehingga terjadilah hal-hal yang sifatnya tidak beretika atau melanggar hukum. “Kita harus membudayakan sikap menerima kekalahan dan berlapang dada,” ujarnya.

Sosialisasi 4 Pilar yang dipandu oleh Kabiro Humas Yana Indrawan dan presenter Lidya Olga serta didukung oleh puluhan mahasiswa dari Universitas Krisna Dwipayana itu, juga menghadirkan narasumber anggota MPR dari Fraksi PKS, Mohammad Sohibul Iman.

Dalam kesempatan itu, Sohibul Iman memaparkan era reformasi merupakan titik balik untuk membenahi berbagai hal. “Salah satu hal yang dibenahi adalah soal etika,” ujarnya. Penegakan etika menurut Sohibul Iman bertujuan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan efisien. “Bahasa kerennya adalah clean goverment,” ujar alumni salah satu perguruan tinggi di Jepang itu. Lebih lanjut dikemukakan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga dengan pelayanan itu masyarakat bisa sejahtera. “Kalau pemerintah tidak bisa melayani masyarakat berarti ada penyimpangan,” ungkapnya.

Saat ini banyak pejabat dan aparat pemerintah melakukan penyimpangan. Penyimpangan yang dilakukan dengan melanggar hukum, akibatnya mereka banyak yang dipidanakan dan dipenjarakan. Menanggapi hal yang demikian, Sohibul Iman mengatakan, “Hukum saja dilanggar apalagi etika.”

Dalam soal etika, Sohibul Iman mengakui bahwa masalah ini adalah soal karakter sehingga untuk membangun masyarakat yang beretika diperlukan waktu yang tidak sebentar.  Ia menceritakan pengalamannya saat tinggal di Jepang. Di nagara yang dijuluki negeri matahari terbit itu adanya sebuah keyakinan pentingnya memelihara ruang publik. Ruang publik yang dimaksud adalah ketika mereka bermasyarakat mereka selalu mengedepankan rasa toleransi dan mau mengakui kesalahan. “Etika menjadi tanggung jawab bersama,” paparnya. “Dalam berdemokrasi mereka siap kalah dan menang serta mundur bila gagal menjalankan tugasnya,” tambahnya.  

Share

Sampaikan Komentar Anda
Komentar untuk berita ini
Komentar (3)

Komentar Terkini

Rekaman Live Streaming Pidato Bung Karno 1 Juni di Bengkulu