Kamis, 24/05/2012 13:44

Hamzah Haz: Amalkan Pancasila, Sila I, Agar Kita Mendapat Berkah Allah

MPR RI


hamzah haz
(gresnews.me)

Sosialisasi 4 Pilar yang dilakukan MPR, menurut Hamzah Haz sudah tepat, tinggal bagaimana aksi nyatanya lebih konkret. Ditambahkan oleh pria asal Kalimantan Barat itu, bangsa ini mengalami carut marut karena kurang ingat kepada Allah.

Pada tanggal 24 Mei 2012, sekitar Pukul 10. 45 WIB, Wakil Ketua MPR, Lukman Hakim Saifuddin, mengunjungi kediaman Wakil Presiden Periode 2001-2004, Hamzah Haz, di Jl. Patra Kuningan XV, Kuningan, Jakarta Selatan. Kedatangan Lukman Hakim Saifuddin yang didampingin Kabiro Setpim MPR, Aip Suherman, ke kediaman Hamzah Haz dalam rangka menyampaikan undangan khusus peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 yang akan diselenggarakan oleh MPR pada 1 Juni 2012.

Kedatangan Lukman Hakim Saifuddin diterima dengan ramah oleh mantan Ketua Umum PPP itu di ruang yang biasanya dirinya menerima tamu. “Kami menginformasikan kegiatan MPR yang saat ini massif dilakukan adalah mensosialisasikan 4 Pilar, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Lukman Hakim Saifuddin.

Lebih lanjut dikatakan, praktis setelah BP7, Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, dibubarkan, praktis tidak ada lembaga atau badan yang mengangkat dan mensosialisasikan Pancasila. “Untuk itu MPR mengisi kekosongan ini sebagai lembaga negara yang mensosialisasikan masalah-masalah dasar dan ideologi negara,” ujarnya.

Menurut pria yang juga politisi PPP itu, berdasarkan UU. No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR. DPD, DPRD, tugas MPR adalah mensosialisasikan UUD NRI Tahun 1945. “Tugas ini kemudian kita populerkan dengan istilah 4 Pilar,” ungkapnya. Metode untuk mensosialisasikan 4 Pilar dikatakan beragam. “Salah satunya kami mentradisikan setiap tahun mengundang tokoh-tokoh besar untuk menyampaikan pandangannya tentang Pancasila dalam peringantan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945,” ujarnya.

Bila dalam tahun 2011, pimpinan MPR mengundang para Presiden Indonesia untuk menyampaikan pandangannya tentang Pancasila, maka pada tahun ini, Ketua Umum PP. Muhammadiyah, Ketua Umum PBNU, Ketua Umum KWI, dan Ketua Umum PGI, diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangannya tentang Pancasila. “Pada 1 Juni 2012, Kami mengharap Bapak Hamzah Haz untuk sudi datang dalam peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945,” harap Lukman Hakim Saifuddin.

Mendapat tamu dari pimpinan MPR, Hamzah Haz merasa bahagia. Dalam kesempatan itu Hamzah Haz menggunakan waktu yang ada juga untuk memberi wejangan. Dituturkan bangsa Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan alam yang melimpah dan aturan moral yang sempurna. “Namun mengapa kondisi bangsa kok seperti saat ini?” tanyanya. Sebenarrnya tidak masuk akal bila kita memiliki sumber daya alam yang melimpah namun rakyat miskin, demikian pula kita memiliki Pancasila namun akhlak bangsa ini sangat merosot.

Menurut pria kelahirang Ketapang, Kalimantan Barat, itu kondisi bangsa ini sangat jauh berbeda dengan 20 tahun yang lalu. Di mana saat ini anarkhisme di mana-mana, orang tidak menghargai hukum, anak yang tidak patuh pada orangtuanya. “Anarkhisme lebih berbahaya daripada KKN,” paparnya.

Kilas balik diceritakan bahwa dulu pernah Presiden Soekarno menyampaikan pidato tentang Pancasila di PBB. Pancasila inilah yang menurut Hamzah Haz yang membedakan Indonesia dengan negara lain.”Sila I yang membedakan Indonesia dengan negara lain,” ujarnya. Sila I membedakan karena di sini tegas menyatakan bahwa bangsa ini menyatakan ber-Tuhan, sedang sila-sila lainnya, seperti kemanusiaan dan keadilan, semua negara juga memperjuangkan.

Sebagai negara yang menyatakan ber-Tuhan maka negara mengurusi agama, dengan operatornya Kementerian Agama. “Di Timur Tengah pun urusan agama tidak diurus negara,” ungkapnya. Sila I perlu ada sebab menurut Hamzah Haz untuk menunjukan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang beragama. “Sila I supaya kita ingat dan takut kepada Allah,” tambahnya. Bagi Hamzah Haz Pancasila sudah final. “Tinggal bagaimana Sila I dilaksanakan supaya kita mendapat berkah dari Allah,” paparnya. “Pengamalan Sila I kurang nampaknya,” ujarnya lagi. Kondisi bangsa Indonesia yang saat ini carut marut, menurut pria yang pernah menjadi Menkokesra itu karena kita kurang ingat kepada Allah. Untuk itu yang paling konkret dalam sosialisasi 4 Pilar adalah aksi nyatanya. Sosialisasi 4 Pilar yang dilakukan oleh MPR bagi Hamzah Haz dikatakan sudah tepat, namun lagi-lagi ia mengatakan, “Tinggal mengimplementasikan secara konkret,” tegasnya.

Share

Komentar (0)

Dialog Khusus : Pentingnya Sosialisasi Empat Pilar Dikalangan Generasi Muda