Agun Gunandjar: Menjadi Problem Ketika Pancasila Dilupakan
MPR RI
Agun Gunandjar Sudarsa
(Humas MPR)
Saat menjadi menjadi mitra diskusi dalam sosialisasi 4 Pilar, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, melalui metode tayangan televisi, TVRI, dengan program tayangan bernama Bincang Malam, rekaman 24 Mei 2012, anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar, Agun Gunandjar, mengatakan, di masa Orde Baru, Pancasila dijadikan instrumen kekuasaan, sehingga ketika ada yang menentang kekuasaan disebut menentang Pancasila. “Akibatnya masyarakat menjadi alergi Pancasila,” ujarnya.
Saat era reformasi, semua yang yang berbau Orde Baru diganti. Tak heran bila BP7 dihapus, kurikulum yang mempelajari Pancasila disekolah-sekolah ditiadakan. Era reformasi pun berkebalikan dengan era Orde Baru yang sifatnya otoriter. Karakter era reformasi pun berlandaskan pada kebebasan berekspresi, HAM, supremasi hukum, dan demokratisasi. Karakter ini menyebabkan masyarakat bebas menyatakan pendapat sampai-sampai bersifat anarkhisme. “Di sinlah problemnya ketika nilai-nilai luhur bangsa yang dilupakan,” ujarnya. Untuk itulah perlu mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila, tentunya metode pendekatan berbeda dengan masa Orde Baru.
Proses lahirnya Pancasila, dikatakan oleh Agun Gunandjar merupakan proses yang panjang, berbagai peristiwa seperti Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi 17 Agustus 1945, semua mengkristal dalam Pancasila. Dalam Pancasila inilah keragaman dan Persatuan dijunjung tinggi-tinggi. Meski Indonesia beragam bahasa, agama, suku, dan golongan, namun semua bisa bersatu. Ketua Komisi II DPR itu menceritakan, gara-gara soal bahasa, negara Belgia terancam disintegrasi bangsa. Demikian pula, gara-gara beda bahasa, Provinsi Quebec ingin melepaskan diri dari Kanada. “Dengan bahasa Indonesia kita bisa bersatu,” ujarnya.
Berita Terkait:
- Agun Gunandjar: Artis dan Bukan Sama Di Depan Hukum
- Hajriyanto Y. Thohari: Hubungan Lembaga Negara Sejajar dan Fungsional
- Aboe Bakar Al Habsyi: Ketauladan itu Harus Top Down
- Yusyus Kuswandhana: Etika Harus Diajarkan Secara Formal dan Informal
- Achmad Basarah: Soal Kemanusiaan dan Keadilan, Kita Lebih Dahulu dari Declaration of Human Right
-
Senin, 14/01/2013 14:37
MPR, Gozis, Bakrie Amanah Bersinergi Sosialisasikan Empat Pilar -
Minggu, 21/08/2011 11:41
LAIN HATI LAIN MULUT -
Minggu, 21/08/2011 11:37
PENANDATANGANAN MOU LAUT TIMOR BATAL/SIGNING OF TIMOR SEA MOU CANCEL -
Rabu, 03/08/2011 18:48
PENANDATANGANAN MOU LAUT TIMOR BATAL/SIGNING OF TIMOR SEA MOU CANCEL



















