Sabtu, 26/05/2012 08:38

Pancasila: Ideologi Negara Menjadi Pedoman Hidup Berbangsa dan Bernegara

Wilayah Indonesia dibagi atas atas daerah-daerah provinsi, daerah-daerah provinsi dibagi atas kabupaten/kota seluas apapun otonomi dalam kerangka NKRI.

Terdiri dari mempunyai makna negara federal, sejarah Konstitusi RIS negara berbentuk serikat problem masing-masing negara bagian berbeda halnya dengan NKRI. Negara federal ada kesenjangan anatar daerah apabila federal mementingkan. Makna sila ketiga pancasila.

Banyak kepentingan negara lain ingin Indonesia menjadi negara federal karena sungguh kaya Indonesia dari sumber daya alam yang nanti kemudian bis dikuasai oleh asing. Maka menjaga negara kesatuan suatu hal yang relevan pada era globalisasi.

Berkaitan kepentingan orang banyak perlu kepentingan mufakat utuk menampung aspirasi kadangkala perlu pemungutan suara. Dalam pengalaman terjadi mayoritas diktator maka demokrasi perlu diimbangi nomokrasi (berdasarkan hukum) maka mayoritas mesti melindungi minoritas dan sebaliknya minoritas menghormati mayoritas.

Dulu menafsirkan Pancasila pada jaman orde baru secara searah dan doktriner dan tidak dibuka celah untuk menafsirkan tidak searah. Apabila dikembalikan kepada konteks kehidupan sehari-hari pada mahasiswa generasi muda apakah demo perlu anarkis dikaitkan. Mengingat  dengn nalar sejalan tidak nilai-nilai yang berlaku dalam Pancasila. 

Adiyaman Amir Saputra anggota Fraksi Partai Demokrat MPR RI yang juga purnawirawan Perwira Tinggi TNI AL dalam poin-poin  penjelasannya menekankan : Pancasila sakti sudah teruji. Dahulu MPR lembaga yang tidak tersentuh dan tertinggi mendoktrin semua lembaga negara sekarang MPR sekarang checks and balances berdasarkan UUD NRI Tahun 1945. Sekarang dengan harapan adanya partisipasi rakyat. Misalnya TAP MPR No.IV Tahun 1983 tentang referendum, perubahan UUD harus menanyakan kepada negara. Perubahan 4 kali tetapi perubahan dalam 4 tahapan. Misalnya sistem prsidensil berlaku fix term 5 tahunan. Adiyaman mencontohkan perlunya menjaga rasa kebangsaan dengan dicontohkan mengguritakan pertambangan asing yang sangat merugikan kita baik keuntungan yang dinikmati oleh orang asing dan juga limbahnya mengotori lingkungan hidup. Adiyaman mengharapkan sebagai mahasiswa hendaknya mahasiswa kritis tetapi bertanggungjawab.

Share

Sampaikan Komentar Anda
Komentar untuk berita ini
Komentar (0)

Rekaman Live Streaming Pidato Bung Karno 1 Juni di Bengkulu