Kamis, 31/05/2012 13:07
Lukman Hakim Saifuddin: Kita Tradisikan 1 Juni Sebagai Hari Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945
MPR RI
Lukman Hakim Saifuddin
(Humas MPR RI)
Dikatakan, pada 1 Juni 1945, saat sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), Soekarno menyampaikan pidatonya tentang Pancasila. Dengan pidato itu, menurut Lukman Hakim Saifuddin menjadikan kita memiliki dasar negara dan pandangan hidup bangsa sebab Pancasila disepakati sebagai hal yang penting bagi bangsa dan negara Indonesia. Bagi MPR, pidato itu dirasa sangat fundamental sehingga perlu diperingati. Politisi asal PPP itu mengibaratkan, peristiwa-peristiwa yang berupa malapetaka atau kejadian buruk saja sering diperingati dengan dibangunnya bentuk-bentuk simbol pengenangang seperti tugu atau prasasti. “Apalagi peristiwa yang positif seperti Pidato Bung Karno 1 Juni, tentunya wajib kita peringati, “paparnya.
Lebih lanjut dikatakan, bila pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, pada 1 Juni 2011, para Presiden Indonesia menyampaikan pidatonya tentang Pancasila, maka pada tahun ini, selain Wakil Presiden Boediono, Ketua Umum PP. Muhammadiyah, Ketua Umum PBNU, Ketua Umum KWI, dan Ketua Umum PGI, diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangannya tentang Pancasila.
Pandangan dari tokoh agama dan masyarakat itu, menurut Lukman Hakim Saifuddin dirasa penting untuk mendengar refleksi mereka tentang sosialisasi 4 Pilar, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang selama ini telah berlangsung secara masif. “Refleksi mereka sebagai masukan kepada MPR agar sosialisasi 4 Pilar bisa lebih sempurna,” ujarnya. “Untuk menyempurnakan metodologinya,” tambahnya.
Selain untuk mendengar masukan dari tokoh agama dan masyarakat tentang 4 Pilar, peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 itu juga dijadikan sebagai moment untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat akan arti penting 4 Pilar.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua MPR, Melani Leimena Suharli menyatakan bahwa dalam peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 juga akan diadakan pameran buku yang mengupas tentang Soekarno dan pemikirannya. “Kita berharap acara ini bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Berita Terkait:
- Hajriyanto Y.Thohari: Pentingnya Revitalisasi Pancasila
- Budi Susilo Soepandji: Selain SARA, Korupsi Merupakan Titik Retak Persatuan dan Kesatuan Bangsa
- Ahmad Farhan Hamid: Pancasila sebagai Pandu dalam Masalah Kebebasan
- Rektor UIN Sunan Kalijaga DIY: Negeri Ini Miskin Karena Kekeliruan Manajemen Politik
- Lukman Hakim Saifuddin: Jangan Memahami Pancasila Secara Parsial
Komentar (0)
-
Senin, 14/01/2013 14:37
MPR, Gozis, Bakrie Amanah Bersinergi Sosialisasikan Empat Pilar -
Minggu, 21/08/2011 11:41
LAIN HATI LAIN MULUT -
Minggu, 21/08/2011 11:37
PENANDATANGANAN MOU LAUT TIMOR BATAL/SIGNING OF TIMOR SEA MOU CANCEL -
Rabu, 03/08/2011 18:48
PENANDATANGANAN MOU LAUT TIMOR BATAL/SIGNING OF TIMOR SEA MOU CANCEL
















