Menyampaikan Pesan 4 Pilar Lewat Gatotkaca
MPR RI
wayang kulit dalam rangka Sosialisasi 4 Pilar
(Humas MPR)
Setelah Medan dan Mataram, giliran Kota Cirebon, pada 9 Juni 2012, digelar pertunjukan wayang kulit dalam rangka Sosialisasi 4 Pilar, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Selepas Cirebon, masih banyak lagi kota yang akan digelar pertunjukan serupa, seperti di Solo, Jogjakarta, Surabaya, dan Malang.
Pertunjukan yang digelar pada malam minggu dengan judul Gatotkaca Sabda Guru di Lapangan Ranggajati, Jl. Sunan Dradjat itu mampu menarik perhatian warga Cirebon. Hadir dalam acara itu, Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y. Thohari; Sekda Kota Cirebon, Zainal Abidin; dan Ketua DPRD Cirebon, Tasiya Soemadi. Acara itu dijadikan sebagai malam mingguan warga Cirebon sebab pertunjukan menghadirkan dalang kondang, Ki Anom Sudarso.
Sebelum pertunjukan dimulai, Hajriyanyo Y. Thohari dalam sambutannya mengatakan, pertunjukan wayang kulit merupakan salah satu metode MPR dalam mensosialisasikan 4 Pilar. Metode dengan pertunjukan wayang digunakan sebab wayang memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat. Dengan mengutip indonesianis dari Amerika Serikat, Ben Anderson, yang mengatakan kalau kita mau memahami kehidupan sosial politik masyarakat Indonesia maka salah satu yang tidak bisa ditinggalkan adalah dengan mempelajari dan mengkaji cara masyarakat Indonesia menonton wayang. “Untuk itu salah satu metode yang kita gunakan adalah melalu jalur seni budaya tradisional dan salah satu jenis seni budaya tradisional yang dipilih oleh MPR RI adalah wayang kulit,” ujar Hajriyanto Y. Thohari.
Pertunjukan wayang kulit untuk melakukan Sosialisasi 4 Pilar, menurut Zainal Abidin adalah sangat tepat. “Karena wayang mendapatkan tempat di hati masyarakat Cirebon,” ungkapnya.
Gatot Sabda Guru adalah cerita yang mengisahkan perjuangan seorang Gatotkaca yang mencari ilmu dari seorang yang diharapkan bisa menjadi guru. Tanpa disadari bahwa sang guru yaitu Surawerkala secara perlahan ingin membunuhnya, namun dari rencana jahat itu Gatotkaca memperoleh ilmu dari penolongnya, Dewi Pangruru dan Dewa Penerawangan. Akhir kisah, Gatot kaca menjadi pahlawan untuk rakyatnya dan dinobatkan menjadi raja.
Berita Terkait:
-
Senin, 14/01/2013 14:37
MPR, Gozis, Bakrie Amanah Bersinergi Sosialisasikan Empat Pilar -
Minggu, 21/08/2011 11:41
LAIN HATI LAIN MULUT -
Minggu, 21/08/2011 11:37
PENANDATANGANAN MOU LAUT TIMOR BATAL/SIGNING OF TIMOR SEA MOU CANCEL -
Rabu, 03/08/2011 18:48
PENANDATANGANAN MOU LAUT TIMOR BATAL/SIGNING OF TIMOR SEA MOU CANCEL



















