Rabu, 13/06/2012 21:22

Martri Agoeng: Rakyat Juga Harus Punya Etika

MPR RI


Matri Agoeng
(fpks.or.id)
Saat ini, jagad pemberitaan Indonesia sedang diharu biru berbagai berita soal kasus korupsi dan perbuatan asusila yang melanda beberapa kader partai politik dan pemerintahan.  Penyimpangan-penyimpangan oknum-oknum kader partai politik tersebut, harus diakui tidak bisa dihindari walaupun kontitusi Indonesia telah memberikan panduan dan jalan yang benar dalam menjalankan pemerintahan dan berpolitik. 

Berbagai pemyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oknum-oknum partai politik yang berkaitan dengan etika dan hukum seperti korupsi dan perbuatan asusila, konsekwensinya sangat serius yakni, memudarnya atau malah menghilangkan kepercayaan rakyat kepada partai politik atau pemegang kekuasaan pemerintahan.  Hal ini sangat berbahaya. 

Wacana ini diterangkan secara gamblang oleh anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Martri Agoeng dalam rekaman/taping sesi pertama program acara dialog 4 pilar ‘Campur Rakyat’ TVRI, dalam rangka Sosialisasi 4 Pilar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) melalui metode sosialisasi lewat media massa, di LPP TVRI Stasiun Pusat, Senayan, Jakarta, Rabu (13/6). 

“Rakyat juga seharusnya lebih cerdas dan bijak serta jeli dalam menyikapi fenomena tersebut.  Agar penyimpangan-peyimpangan tidak terjadi lagi di masa datang, maka rakyat harus lebih selektif memilih partai politik terutama dalam memilih calon legislatif atau eksekutif.  Jangan salah lagi, rakyat harus tahu latar belakang sicalon.  Semuanya harus diselidiki mulai dari etika moralnya, intelektualitasnya, akuntabilitasnya. Intinya, rakyat juga harus beretika dalam memilih terutama jangan gampang terima sogokan dalam memilih calon,” pungkasnya. 

Namun, lanjut Martri, tidak semua rakyat Indonesia sama pola pikirnya, hal ini kemungkinan kendala akses informasi yang mungkin saja tak terjangkau terutama di pelosok-pelosok daerah.  Untuk itu, seluruh elemen masyarakat yang peduli kepada keberlangsungan demokrasi dan kesejahteraan rakyat, harus turut serta dalam melakukan penddikan politik untuk rakyat dengan berbagai cara yang positif. 

“Jika pendidikan politik rakyat baik dan benar, nanti akan tercipta kebijakan dan etika rakyat dalam memilih, output nya, akan muncul para pemegang kekuasaan yang beretika, akuntabel dan profesional.  Efek dominonya, sedikit demi sedikit sikap apatis rakyat kepada kekuasaan dan parpol akan hilang dan semua akan berjalan sesuai cita-cita para pendiri bangsa,” tandasnya

Share

Komentar (0)

Dialog Khusus : Pentingnya Sosialisasi Empat Pilar Dikalangan Generasi Muda