Jumat, 03/08/2012 08:34

Buka Puasa Bersama Ketua MPR RI dengan Presiden RI dan Wakil Presiden RI

Dalam rangka menyemarakkan dan menghormati bulan suci Ramadhan tahun 2012, Ketua MPR RI Taufiq Kiemas menyelanggarakan acara buka puasa bersama dan tauziyah Ramadhan, bersama dengan mengundang Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presdien RI Boediono, di rumah dinas Ketua MPR RI, Widya Chandra, Jakarta, Kamis (2/8).

Ketua MPR RI dalam sambutannya mengatakan bahwa pertemuan seperti buka puasa ini, sangat baik juga sangat penting dan diharapkan akan ada output positif untuk rakyat Indonesia.

“Ini adalah pertemuan yang sangat baik, apalagi di bulan suci penuh berkah ini.  Dalam pertemuan ini diharapkan akan terjadi perbincangan terkait bangsa dan rakyat.  Dengan kita semua bertemu seperti ini,  kita menunjukkan kepada rakyat bahwa kita memiliki satu harapan yang baik di masa datang ini yang sangat penting. Dengan kita berkumpul ini mudah-mudahan kita bisa berbicara tentang  bangsa ini dan tentang permasalahan bangsa ini yang mungkin tidak bisa dipecahkan di luar, inilah yang kami harapkan,” ujar Taufiq Kiemas.

Dalam kesempatan yang sama Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono kepada Ketua MPR RI sangat berterima kasih dan sangat mengapresiasi pertemuan antara Ketua MPR RI dan Presiden RI.

“Mewakili pemerintah, saya sangat memberi apresiasi tinggi kepada Ketua MPR RI yang menggagas acara pertemuan ini.  Saya sangat setuju ini adalah pertemuan baik di bulan yang baik pula.  MPR RI dan pemerintah memang selama ini selalu erat bekerjasama membicarakan dan mencari solusi tentang negara dan rakyat sesuai dengan amanah UUD kita, tentu untuk bangsa  dan rakyat yang kita sama-sama cintai.  Saya juga menekankan, walaupun antara saya dan Bapak Taufiq Kiemas berbeda secara politik, tapi kita sama sebagai anak bangsa Indonesia bersatu dalam komitmen dalam pandangan serta keyakinan  menyangkut kehidupan bernegara yang berlandaskan pada Pancasila,” ujarnya.

Ke depan, lanjut SBY, diharapkan kerjasama yang harmonis antara lembaga MPR RI dan pemerintah aka terus terjalin baik, kompak dan menghasilkan banyak solusi, ide-ide dan gagasan-gagasan yang baik buat rakyat dan bangsa.

Sambil menunggu berbuka puasa, para tamu undangan buka puasa bersama, mendengarkan tauziyah agama yang dibawakan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD tentang makna puasa.  Dalam tauziyahnya, Mahfud menjabarkan bahwa setiap bangsa dan negara memiliki khittah sendiri-sendiri.  Indonesia juga memiliki khittahnya juga.  Puasa adalah sarana untuk kembali ke khittah itu.

“Kita berpuasa sebenarnya untuk kembali kepada khittah kita yakni Pancasila.  Pancasilah asal kejadian bangsa dan negara ini, kita hidup bersatu dalam perbedaan.  Kenapa berpuasa kembali kepada khittah bangsa, Pancasila, karena dalam Pancasila ada sila Ketuhanan Yang Maha Esa.  Itu adalah landasan kita dalam ber-Tuhan.  Seluruh rakyat Indonesia meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa, dalam pelaksanaannya munculah agama-agama yang saat ini ada dan diakui di Indonesia,” paparnya.

Dalam tauziyahnya itu, Mahfud juga sedikit menyentil beberapa elemen masyarakat yang mengatasnamakan agama, mengatasnamakan Tuhan melakukan tindakan-tindakan di luar kepatutan seperti diskriminasi agama dan kekerasan.

“Inti dari bangsa kita adalah perbedaan, kita dibentuk atas perbedaan.  Sedangkan perbedaan itu adalah rahmat Allah Yang Maha Esa.  Kalau Allah mau, Allah bisa saja membuat kita semua sama dan seragam.  Dengan kekuasaan-Nya, Dia bisa menciptakan semua sama, tapi tidak dilakukan-Nya.  Allah SWT menciptakan perbedaan agar manusia berlomba-lomba menciptakan kebaikan, jadi jangan lagi kita melakukan diskriminasi dan kekerasan atas nama agama dan Tuhan, dalam perbedaan kita bersatu dalam berbangsa dan bernegara,” terangnya.

Acara buka puasa bersama ini sendiri selain dihadiri Presiden RI dan Wakil Presiden RI, juga dihadiri seluruh Pimpinan MPR RI, Melani Leimena Suharli, Hajriyanto Y.Thohari, Lukman Hakim Saifuddin, Ahmad Farhan Hamid, Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR RI Martin Hutabarat, anggota DPD John Pieris, Ketua Fraksi Demokrat MPR RI Jafar Hafsah, Panglima TNI Agus Suhartono, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Ketua BPK Hadi Purnomo, Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung dan Priyo Budi Santoso, serta dihadiri beberapa duta besar negara sahabat yakni, Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Dubes Turki, dan Dubes Brunei.

Share

Sampaikan Komentar Anda
Komentar untuk berita ini
Komentar (0)

Rekaman Live Streaming Pidato Bung Karno 1 Juni di Bengkulu