Selasa, 11/09/2012 13:10

Audiensi Pimpinan MPR dan Finalis LCC

Hajriyanto Y. Thohari: Kita Harus Kembangkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika

Peserta Finalis Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara tingkat SLTA bertemu dengan Pimpinan MPR di Gedung Nusantara V, Jakarta, Selasa 11 September 2012. Seluruh peserta terdiri dari 330 siswa, 66 guru pendamping, dari 33 provinsi memenuhi ruang sidang paripurna Nusantara V. Mereka beraudiensi dengan Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y. Thohari, Lukman Hakim Saifuddin, Ahmad Farhan Hamid dan Melani Leimena Suharli, didampingi Sekjen MPR Eddie Siregar.

Dalam laporannya Sekjen MPR Eddi Siregar mengatakan, finalis LCC ini sudah berada di Jakarta sejak 5 September 2012. Selain berlomba, mereka mengikuti berbagai kegiatan seperti wisata Dunia Fantasi Ancol, Dialog Campur Rakyat, wisata industry, wisata pendidikan. Dari hasil lomba ini, tiga sekolah yang berhasil masuk grand final, yaitu SMAN I Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta, SMAN I Bima, Nusa Tenggara Barat, dan SMAN Jambi.

Mewakili Ketua MPR Taufiq Kiemas yang berhalangan hadir,  Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y. Thohari mengatakan finalis LCC yang hadir ini merupakan intisari dari generasi muda Indonesia. Siswa-siswi yang memperlihatkan wajah yang segar, fresh, dan optimis untuk mewujudkan Indonesia yang maju. “Dengan semangat 4 Pilar maka finalis LCC ini ketika kembali ke daerah masing-masing akan semakin memiliki jiwa, semangat, dan wawasan kebangsaan serta optimisme untuk melanjutkan estafet kebangsaan,” katanya. 

Menurut Hajriyanto, Indonesia merupakan negara besar yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote dengan penduduk terbesar keempat di dunia (setelah Cina, India, dan Amerika Serikat) dan menempati urutan 14 dunia dari sisi ekonomi dilihat dari PDB sebesar 7.800 triliun dan pendapatan per kapita sebesar US$ 3000. “Negara kita negara besar dan kita harus bangga dengan kebesaran negara,” ucapnya di hadapan peserta finalis LCC.

Bila pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,5% bisa dipertahankan, maka dalam dua tahun mendatang Indonesia akan menempati urutan 11 di dunia. “Apalagi jika dilakukan pemerataan, maka Indonesia akan menjadi negara besar,” katanya.

Selain itu, lanjut Hajriyanto, di Indonesia terdapat sekitar 300 suku bangsa dalam bentuk kemajemukan yang tersegmentasi atau segmented pluralism. Dia mencontohkan suku Bali yang berada di pulau Bali, atau Tomohon yang berada di Sulawesi Utara. “Kita harus mampu mengembangkan semangat Bhinneka Tunggal Ika baik secara lintas suku dan agama maupun kebhinneka-an secara internal, “ tegasnya. 

Politisi Partai Golkar ini menambahkan bahwa sudah bukan waktunya lagi mempersoalkan Ke-bhinneka-an Indonesia. “Kebhinnekaan sudah given. Kita harus menjaga kebhinekaan. Jangan memperbesar perbedaan. Kita harus biasa hidup dalam kebhinnekaan,” katanya. 

Kepada finalis LCC, Hajriyanto berharap untuk mempelajari, mengaktualisasikan, dan mengimplementasikan 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika). “Kepada adik-adik ini kita berharap nanti akan mengelola negara karena orang yang paling menguasai 4 Pilar adalah mereka yang paling berhak mengelola negara ini,” katanya.

Share

Sampaikan Komentar Anda
Komentar untuk berita ini
Komentar (0)

LCC 2012 Seleksi Provinsi Kalimantan Timur Babak Penyisihan I