Minggu, 23/09/2012 18:45

Seminar Nasional 4 Pilar MPR RI di Mamuju Sulawesi Barat

Begitu sampai di kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, kita akan disuguhkan pemandangan spektakuler, sebuah daerah yang terkenal dengan topografinya yang berbukit-bukit curam.  Kota ini diapit pantai dan perbukitan batu.

Namun, wilayah yang dominan penduduknya beretnis Mandar dan beberapa sub etnis kecil seperti Bugis, Toraja dan Makassar ini dianugerahi potensi wisata alam yang mempesona.  Jika pandangan dilepas ke laut, akan nampak perairan yang sangat jernih dengan jejeran pulau dan karang-karang.  Deretan kapal nelayan khas Mandar yang mondar-mandir juga menambah pesona alam laut Mamuju.

Di kota inilah, Minggu (23/9), di gelar Seminar Nasional dalam rangka Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) MPR RI, dengan tema sentral ‘Pembangunan Karakter Bangsa: Upaya Memantapkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa (Implementasi Ketetapan MPR Nomor V/MPR/2000), hasil kerjasama MPR RI dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Mamuju.

Lebih dari 200 peserta dari kalangan generasi muda lintas etnis, agama dan profesi, mulai dari mahasiswa, LSM, pelajar dan umum, juga hadir aparatur negara, muspida, antusias memadati ruang Ballroom Hotel d’Maleo di pinggir pantai Manakarra, yang menjadi tempat berlangsungnya acara.

Mewakili Pimpinan MPR RI, anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI asal Sulawesi Barat Muhammad Asri Anas, yang dalam kesempatan tersebut didaulat membuka secara resmi acara seminar, mengatakan bahwa acara sosialisasi 4 pilar berbangsa ini, memang sengaja ‘menyasar’ kalangan generasi muda.

“Tugas besar kita seluruh elemen bangsa, terutama sekali generasi muda bangsa sebagai penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa, adalah menata bangsa ini lebih baik.  Seminar ini sangat strategis yakni membahas tentang konstitusi bangsa.  Konstitusi bangsa, saya rasa harus dijadikan isu atau wacana pembahasan seluruh elemen bangsa terutama generasi muda.  Sebab, jika para generasi muda ini telah memegang tampuk kekuasaan, mereka akan lebih memahami dan telah mengimplementasikan konstitusi negara.  Forum seminar ini juga sebagai ajang untuk mengkaji dan menggali solusi dari persoalan-persoalan bangsa yang berpotensi buruk buat bangsa,” paparnya.

Rangkaian acara seminar selama satu hari penuh itu sendiri, diisi narasumber-narasumber yang sangat kompeten dengan penjabaran materi yang sangat bagus, seperti anggota MPR RI M. Asri Anas, anggota DPRD Mamuju Hajrul Malik, anggota KPUD Mamuju Nurdin Pasokkori dan seorang akademisi Ali Chandra.

Salah seorang narasumber, akademisi dan Ketua STIE Muhammadiyah Mamuju dalam paparannya kepeda peserta, menegaskan bahwa 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, tidak ada yang salah.  Empat Pilar adalah hal baik untuk bangsa ini.  Namun, kenapa usaha pemahaman 4 Pilar sudah sangat baik dilakukan yang merupakan bagian dari upaya memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa, masih saja ada berbagai persoalan negatif yang mendera bangsa ini.  Bahkan makin menjadi-jadi.  Ali menenggarai semua ini dikarenakan sebagian besar dari rakyat Indonesia tidak memahami atau tidak memiliki pembangunan karakter/character building.

“Inilah perlunya pemahaman 4 Pilar itu secara serius, dan bukan hanya dipahami namun, harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.  Nah..forum sosialisasi 4 pilar ini narasumber dan peserta akan menggali dan mengkaji sehingga mudah-mudahan diharapkan akan muncul ide-ide atau gagasan-gagasan untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, setidaknya kita berkontribusi untuk negara dan bangsa,” terangnya.

Hal ini diamini Asri Anas, bahkan Asri Anas menambahkan manusia-manusia yang berkarakter kebangsaan harus terus ditumbuh kembangkan.  Artinya harus ada sistem pengkaderan dan sistem pendidikan pembangunan karakter, kalaupun sudah ada perlu ditingkatkan lagi.

“Intinya manusia berkarakter kebangsaan itu harus terus ada dan pengkaderan tidak boleh berhenti harus terus berproses,” tandasnya.

Antusiasme peserta pun terbangkitkan, ketika para narasumber melempar wacana tersebut secara terbuka.  Berbagai tanggapan dan komentar, mulai dari yang diplomatis sampai yang ekstrimpun, semua diterima sebagai wacana positif oleh narasumber sebagai perwujudan kebebasan berpendapat.

Dari diskusi, perdebatan dan berbagai pertanyaan serta komentar, upaya pembanguan karakter bangsa dalam upaya memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa ini, dapat diambil benang merahnya yakni, Pertama, upaya tersebut harus datang dari kesadaran diri sendiri dahulu.  Setelah masing-masing rakyat sadar diri maka, Kedua, carilah dan upayakan untuk menambah pemahaman dan pengetahuannya tentang pembangunan karakter bangsa.

Ketiga, persatuan pada dasarnya adalah bagaimana kita semua bisa menerima kehadiran orang lain berdampingan dengan kita.  Empat pilar sebenarnya memberikan pengetahuan, pemahaman dan gambaran bahwa Indonesia ini terbentuk dari keberagaman atau kemajemukan rakyatnya.  Sikap dan karakter yang harus dikembangkan adalah bagaimana semua elemen bangsa arif menerima perbedaan-perbedaan yang ada.

Jadi…inti dari semua ini adalah, disadari dan dimulai dari diri kita sendiri.

Share

Sampaikan Komentar Anda
Komentar untuk berita ini
Komentar (0)

LCC 2012 Seleksi Provinsi Kalimantan Timur Babak Penyisihan I