Senin, 18/02/2013 11:49

Ahmad Farhan Hamid: ToT Untuk Mengasah Keteladanan


Ahmad Farhan Hamid
(Humas MPR)
Training of Trainers (pelatihan untuk pelatih) Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara untuk dosen perguruan tinggi di lingkungan Kopertis Wilayah III DKI Jakarta yang berlangsung di Hotel Bellezza, Jakarta, sejak Kamis (14 Pebruari 2013), berakhir pada Minggu Malam (17 Pebruari 2013). Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid menutup secara resmi ToT yang diikuti sebanyak 100 dosen perguruan tinggi dari 44 perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Jabodetabek.

Kepada para peserta ToT, Ahmad Farhan Hamid mengingatkan bahwa ToT Sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) adalah untuk mengasah keteladanan bagi para peserta yang juga dosen perguruan tinggi. “ToT selama empat hari ini adalah untuk mengasah keteladanan para dosen,” ujarnya.

Ketika menutup ToT, Ahmad Farhan Hamid menekankan pentingnya soal keteladanan. Dia mengharapkan para dosen peserta ToT itu bisa memberi keteladanan kepada para mahasiswanya. Di lingkungan Kopertis Wilayah III ada sekitar setengah juta mahasiswa. “Para dosen inilah yang menjadi pemandu dari 500.000 mahasiswa melalui keteladanan. Dengan ToT ini, para dosen seharusnya telah mengasah keteladanan. Ini akan positif bagi dunia pendidikan,” katanya.

Usai menutup ToT, kepada pers Ahmad Farhan Hamid mengatakan masyarakat sekarang ini menuntut adanya kesantunan (keteladanan) para politisi, akademisi, mahasiswa, dalam menyampaikan pendapatnya menyangkut kebijakan atau kekuasaan. Ketika masyarakat melihat aksi-aksi demo yang dilakukan mahasiswa secara anarkis, masyarakat akan mengecam dan tidak memberi dukungan pada aksi-aksi seperti itu. “Jadi para dosen peserta ToT ini menjadi ujung tombak dalam memberi contoh keteladanan (kesantunan),” tuturnya.

Akan tidak baik dan etis, lanjut Ahmad Farhan Hamid, apabila ada dosen yang memanfaatkan mahasiswa untuk tujuan-tujuan politik tertentu. “Itu sama sekali tidak etis,” ucapnya. Karena itu, para dosen ini harus memberi keteladanan kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa itu menyebarkan kepada masyarakat.

Dengan ToT ini, tambah Ahmad Farhan Hamid, MPR menyampaikan pesan kepada peserta untuk menjaga warisan keberagaman bangsa agar Indonesia bisa bertahan dan menjaga rumah besar Indonesia.

Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah III, Netty Herawati mengharapkan dosen peserta ToT ini bisa mengembangkan materi Empat Pilar di perguruan tinggi masing-masing. “Sehingga bisa membentuk karakter mahasiswa menghadapi tantangan (globalisasi) di masa datang,” katanya.

Ketua Panitia Penyelenggara ToT, M. Rizal mengungkapkan dari 100 orang peserta ToT, 16 di antaranya bergelar doktor, 81 strata dua, dan tiga orang sarjana strata satu. Dari pre-tes dan test setelah mengikuti ToT telah terjadi peningkatan pemahaman terhadap Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. “Pada pre-tes angka terendah 15 dan tertinggi 75. Setelah mengikuti ToT, angka terendah 25 dan tertinggi 100. Ada peserta yang mendapat angka 100,” kata Rizal yang juga Kepala Biro Persidangan MPR RI.

Share

Sampaikan Komentar Anda
Komentar untuk berita ini
Komentar (2)

Komentar Terkini

Rekaman Live Streaming Pidato Bung Karno 1 Juni di Bengkulu