Selasa, 16/04/2013 16:31

Kesalahan Pemaknaan Istilah Pilar

Ketua MPR RI Taufiq Kiemas didampingi Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y. Thohari, Hj. Melani Leimena Suharli dan Ahmad Farhan Hamid bertemu dengan Tim Kajian Sistem Ketatanegaraan MPR.  Acara berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan MPR pada Selasa (16/4). Acara tersebut turut dihadiri ketua Fraksi-fraksi MPR.

Pada kesempatan itu Ketua MPR mengingatkan pentingnya kajian sistem kenegaraan. Karena akan menentukan keberadaan bangsa dan negara Indonesia dimasa depan. Oleh sebab itu Ketua MPR  berharap seluruh pihak yang terkait agar melaksanakannya secara sungguh-sungguh. Sekalipun, seluruh hasilnya, tidak akan dirasakan oleh anggota MPR saat sekarang.

Pada kesempatan itu ketua Tim Kajian Sistem Ketatanegaraan Jafar Hafsah menyampaikan laporan sejumlah agenda yang akan dilaksanakan oleh tim tersebut. Baik dalam bentuk seminar nasional,  daerah, fraksi  maupun dengan para ahli. Ada juga  lokakarya, publik relation   hingga penyiaran hasil-hasil kajian tersebut melalui media cetak dan internet.

Jafar mengatakan, Tim Kajian Sistem Ketatanegaraan merupakan alat kelengkapan pimpinan MPR. Karena itu, seluruh hasil kajiannya disampaikan kepada Pimpinan MPR. Dan dalam pelaksanaan setiap kegiatannya, pimpinan MPR  akan selalu dilibatkan secara langsung.

Sementara Ketua Fraksi PPP Irgan Chairul Mahfiz menyorot munculnya penentangan pemakaian istilah pilar dalam sosialisasi empat pilar yang didalamnya juga terdapat Pancasila. Menurut Irgan, persoalan tersebut harus segera dituntaskan. Karena isu tersebut sudah dinilai meresahkan, lantaran melibatkan sejumlah menteri hingga purnawirawan TNI,

Menanggapi persoalan tersebut, wakil ketua MPR Hajriyanyo Y. Thohari menganggap, secara legal formal masalah itu sudah selesai. Karena secara resmi istilah empat pilar terdapat dalam tata tertib MPR. Sesuai UU No 12 tahun 2011 tentang pembentukan perundang-undangan maka masalah itu sudah dapat dipertanggungjawabkan dan tidak dapat diganggu gugat.

Hanya saja memang ada kesalahan pemaknaan yang selama ini terjadi di masayarakat. Seolah-olah, kata pilar itu sebagaimana tiang-tiang dalam sebuah bangunan. Padahal sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia, pilar juga bisa berarti dasar, tiang, atau kap silinder berbentuk pegas. Tinggal istilah yang mana yang akan digunakan.

Share

Sampaikan Komentar Anda
Komentar untuk berita ini
Komentar (0)

Rekaman Live Streaming Pidato Bung Karno 1 Juni di Bengkulu