Jumat, 13/05/2011 00:53

Ragam Kegiatan KNPI 10 Mei 2011

 

Setelah bekerjasama dengan berbagai pihak, KNPI ingin melakukan kerja sama dengan MPR. KNPI ingin ikut mensosialisasikan 4 Pilar. Sosialisasi 4 Pilar penting bagi generasi muda, sebab generasi muda penerus bangsa. Meski di tubuh DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terjadi dualisme kepengurusan, bukan berarti masing-masing pihak tidak melakukan kegiatan. Setelah KNPI kubu Ahmad Dolly Kurniawan melakukan audensi dengan dengan pimpinan MPR, selanjutnya, pada 10 Mei 2011, giliran KNPI di bawah pimpinan Aziz Syamsuddin melakukan hal yang sama. Kedatangan Aziz Syamsuddin yang didampingi oleh sekjennya, Sayed Muhammad Muliadi, beserta fungsionaris lainnya, diterima oleh Ketua MPR Taufiq Kiemas dan Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid di Ruang Rapat Pimpinan, Lt. 9, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD. “Untuk kedua kalinya saya menerima kepengurusan DPP KNPI,” ujar Taufiq Kiemas sambil tersenyum dan disambut tertawa oleh seluruh pengurus DPP KNPI yang hadiri saat itu. Bagi Taufiq Kiemas permasalahan dualisme KNPI adalah masalah internal KNPI, namun  bagi dirinya tidak masalah, yang penting ideologinya tidak berbeda. “Pada suatu hari nanti kita harap KNPI bisa bersatu karena sama-sama berideologi 4 Pilar,” ujar Taufiq Kiemas. Bagi Aziz Syamsuddin permasalahan di KNPI dikatakan sudah menjadi rahasia umum. Adanya dualisme di KNPI dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR itu karena tidak tegasnya sikap pemerintah terhadap konflik di organisasi yang didirikan pada tahun 1970-an itu. “Sama seperti tidak tegasnya pemerintah terhadap NII,” ujarnya. Meski demikian, Aziz Syamsuddin menyatakan bahwa KNPI yang dipimpin oleh dirinya adalah KNPI yang syah. Diungkapkan oleh Aziz Syamsuddin, selama ini dalam melaksanakan kegiatan, KNPI yang dipimpinnya tidak pernah diberi bantuan dari pemerintah sepeserpun. “Kami melihat pemerintah tidak memperhatikan kegiatan pemuda,” paparnya. Untuk mensiasati hal yang demikian, Aziz Syamsuddin dengan berterus terang, untuk menjalankan kegiatan ditempuh dengan cara saweran. Dalam kesempatan itu pria kelahiran Jakarta, 31 Juli 1970, itu memaparkan beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh KNPI. Diakui KNPI bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) telah melakukan kerja sama sosialisasi mencegah penggunaan narkotika di kalangan remaja dan pemuda, pelajar dan mahasiswa. Sosialisasi antinarkotika ini dikatakan sudah dilakukan di 6 provinsi. Sasaran sosialisasi kepada generasi muda, yang dilakukan di sekolah maupun kampus-kampus, karena pengguna obat-obat terlarang ini kebanyakan dilakukan oleh para generasi muda. “Tujupuluh lima persen penghuni penjara dari kalangan generasi muda adalah pengguna narkotika,” ujar pria alumni University of Western Sydney, Australia itu. Selepas mereka dari penjara diakui oleh Aziz Syamsuddin bukan malah sembuh namun malah menjadi parah. Untuk itulah maka KNPI  mendukung korban dari pengguna narkotika bukan diproses hukum, namun direhabilitasi. Selain dengan BNN, KNPI juga mengadakan kerjasama dengan PMI (Palang Merah Indonesia). Kerja sama dengan PMI ini berwujud donor darah dari kalangan generasi muda. Aziz Syamsuddin mengutip pendapat Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, “Orang yang darahnya sehat tentu bukan pengguna narkotika.” Untuk itu acara donor darah yang sudah dan akan direncanakan, di setiap provinsi, dilakukan setelah sosialisasi antinarkotika. Tidak hanya itu, KNPI pun juga mencanangkan program Tanam Pemuda. Kegiatan ini kerja sama antara KNPI dengan Kementerian Kehutanan. MoU antara KNPI dan Kementerian Kehutanan menyepakati setiap tanggal 18 Mei, di setiap provinsi akan dilakukan acara Tanam Pemuda. “Pada tanggal 18 Mei 2011 merupakan acara ketiga Tanam Pemuda yang dilakukan di Provinsi Banten,” ujar anggota DPR dari Dapil II Lampung itu. Ketiga acara itu, baik sosialisasi antinarkotikan, donor  darah, dan Tanam Pemuda, dilakukan dalam satu paket kegiatan. Kehadiran mereka menghadap pimpinan MPR, diakui oleh Aziz Syamsuddin untuk mendapat persetujuan agar KNPI juga bisa melakukan sosialisasi 4 Pilar, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Bagi KNPI sosialisasi ini penting, sebab pertikaian antar masyarakat, mayoritas pelakunya adalah pemuda. “Mereka yang berumur di bawah 50 tahun yang melakukan demikian,” ujar alumni Magister Universitas Padjadjaran itu. Aziz Syamsuddin menegaskan, pemuda perlu diingatkan kembali akan arti penting 4 Pilar. “Kami dari KNPI bisa ikut mensosialisasikan 4 Pilar hingga akar rumput,” ujarnya. KNPI diakui sebagai lembaga strategis sebab menghimpun 84 OKP. Dan masing-masing OKP memiliki anggota, minimal 3000 orang. Apa yang dikatakan oleh Aziz Syamsuddin diperkuat oleh Sayed Muhammad Muliady. Menurutnya, fenomena munculnya NII karena pelaksanaan ideologi yang tak konsekuen. Berangkat dari inilah maka KNPI ikut tergerak untuk melakukan sosialisasi 4 Pilar. “Bila tidak dilakukan sosialisasi 4 Pilar, ke depan bangsa ini bisa runtuh,” ujar Sayed Muhammad. Diungkapkan oleh Sayed Muhammmad untuk memperkuat ketahanan bangsa, KNPI telah melakukan kerja sama dengan Lemhanas untuk mendidik 120 pemuda yang datang dari seluruh provinsi untuk mengikuti pendidikan kepemudaan dan kebangsaan dengan nama kegiatan Lemhanas Pemuda. Kegiatan ini dikatakan sudah menghasilkan 2 angkatan. Apa yang dipaparkan oleh para pengurus DPP KNPI itu membuat Taufiq Kiemas gembira. “Saya senang karena KNPI memikirkan masa depan bangsa,” ujarnya. Menurutnya KNPI merupakan organisasi yang telah melahirkan banyak pemimpin bangsa. “Saya mendukung semua kegiatan KNPI terutama sosialisasi 4 Pilar,” ucapnya. Dalam masalah teknis sosialisasi 4 Pilar, Taufiq Kiemas mempersilahkan KNPI langsung berhubungan dengan Setjen MPR. Keinginan KNPI untuk ikut mensosialisasikan 4 Pilar juga disambut hangat oleh Ahmad Farhan Hamid. “Kita bersyukur, KNPI di bawah Aziz ingin membantu MPR dalam melakukan sosialisasi 4 Pilar,” ujar pria dari Aceh itu. Ditambahkan, kehadiran KNPI membahagiakan pimpinan MPR, sebab akan menjadi jembatan antara MPR dengan generasi muda. Ahmad Farhan Hamid menyambut dengan antusias keinginan KNPI untuk mensosialisasikan 4 Pilar. Dengan sosialisasi 4 Pilar di kalangan generasi muda maka akan mempercepat proses pemahaman generasi muda dalam masalah kebangsaan dan ketatanegaraan. “Sehingga kekhawatiran terhadap masa depan bangsa akan terselesaikan,” ujarnya. (Biro Humas MPR)

Share

Komentar (0)