Jumat, 24/02/2012 15:15

Tim Perundingan Perdamaian Moro Temui Ketua Pak Taufiq Kiemas


Pertemuan Tim Perundingan Moro dengan Ketua MPR RI (kanan) (HUMAS MPR RI)
Jakarta - JAKARTA: Ketua MPR RI Bapak H.M Taufiq Kiemas menerima kujungan dari Tim Perundingan Perdamaian Moro Islamic Liberation Front (MILF) dikediaman Ketua MPR, Jalan. Teuku Umar No.27, Menteng Jakarta, Kamis, (23/02).

"Kami memang berencana jauh-jauh hari berkunjung kepada Bapak Taufiq Kiemas untuk mendengarkan saran beliau sebagai negarawan besar di Indonesia," ujar  Abdullah M. Hassan.

Hasan yang menjadi Ketua Tim perundingan Moro mengatakan perjuangan bangsa Moro secara panjang lebar dari awal sampai saat ini. Perjuangan bangsa Moro sejak tahun 1972 memang sangat panjang. Saat ini kami sedang masuk dalam tahap negosiasi dengan pemerintahan pusat ( Filipina ). "Yang kami inginkan dan yang kami perjuangkan dalam negosiasasi ini adalah pemberian otonomi daerah untuk kami," jelasnya.

Kedepan, lanjut Hassan yang didampngi oleh Ketum PP Muhamadiyah Din Syamsudin, jika bangsa Moro memperoleh statusnya sesuai dengan yang diperjuangkan, maka ke depan, bangsa Moro akan merajut kerjasama ekonomi dengan negara-negara lain termasuk Indonesia.

"Kami mengharapkan kerjasama di bidang perekonomian dengan Indonesia dan negara-negara lain sehingga kami bisa mulai membangun dan menciptakan kesejahetaraan bangsa kami. Saat ini memang kami dalam tahap kritis dalam hal finansial dan ekonomi, untuk saat ini kami berjuang lewat jalur politik," katanya.

Mendengarkan paparan dari Ketua Tim Perundingan Mooro, Ketua MPR RI Bapak H.M Taufiq Keimas mengatakan bahwa dirinya sangat mengerti perjuangan dan usaha yang dilakukan bangsa Moro untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan perjuangannya.

"Saya sarankan dalam memperjuangkan haknya, MILF  atau bangsa Moro harus menempuh jalan damai dengan pemerintah pusat Filipina di Manila. Daerah Selatan atau Mindanao memang daerah yang kaya akan sumber alam ekonomis. Filipina juga sangat memandang penting daerah tersebut. Jadi saya kira harus secara damai, terutama soal pembagian ekonomi. Bangsa Moro harus ‘pandai’ menyikapi hal ini. Hindarilah pertempuran. Cari win-win solutions untuk keuntungan dua belah pihak" papar Taufiq.

Pak TK, biasa beliau disapa mengakui bahwa proses perdamaian memang membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, tambahnya, diperlukan komitmen kedua belah pihak yang sedang berunding.[kin/*]

Share

Komentar (0)