Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Kamis, 13 April 2017 - 16:45 |

ASEAN Diantara Kemajuan Dunia

ASEAN Diantara Kemajuan Dunia

Kemiskinan kerap kali menjadikan  seseorang tidak bermartabat. Ia terpinggirkan, dan sama sekali tidak dihormati. Itulah  nasib sebagian tenaga kerja  Indonesia di Malaysia. Mereka dianggap sebagai kelompok kelas bawah, tidak bermartabat dan  tidak bisa bercampur dengan masyarakat kebanyakan. 

Fenomena tersebut menjadi salah satu tantangan bagi masa depan Asean. Asean dituntut bisa berhubungan dan menjalin kerjasama sederajat dan saling menghormati dengan sesama anggota Asean. Karena itu tidak boleh ada satu anggota Asean pun yang merasa lebih besar sehingga merasa berhak meremehkan martabat negara lain. 

Pernyataan itu disampaikan Prof. Samsul Bahri  Msc, pimpinan lembaga pengkajian MPR ketika menjadi  Keynote speaker pada acara bicara buku bersama wakil rakyat. Acara tersebut berlangsung di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR, pada Kamis (13/4). 

Acara hasil kerjasama Kemenlu dengan MPR, ini mengetengahkan tema Kemitraan Asean Untuk Rakyat Dalam Konteks Sosial Budaya Yang Berkesesuaian Dengan Konstitusi.  Diplomasi Indonesia Realitas dan Prospek. 

Ada tujuh pembicara yang turut menyampaikan pemikirannya. Mereka adalah Prof. Bachtiar Aly komisi Ketua Fraksi Partai Nasdem MPR RI, Isman Pasha diplomat di kemenlu, Prof. Poltak Parlogi, peneliti badan keahlian DPR, Dr. T. S. Reza, S.E., M.M., Maman Mahayana FIB-UI, PSBNS Dr. Soesilo dari Universitas Brawijaya dan Judi Utomo wartawan yang juga budayawan. 

ASEAN sebagi institusi kerjasama dikawasan Asia Tenggara, kata  Samsul Bahri sangat penting. Mengingat posisinya sangat strategis, baik dikalangan negara Asean sendiri maupun terhadap kelompok negara yang lain. 

"Di Thailand ada budidaya peternakan pertanian dan perikanan, mereka maju karena belajar di Jawa Barat. Begitulah semestinya yang terus dikembangkan oleh Asean", kata Samsul Bahri menambahkan. 

Sementara Prof Bachtiar Ali mengemukakan, saat ini keberadaan Asean menjadi perhatian bagi kelompok negara lain, khususnya Uni Eropa. Uni Eropa begitu heran, karena negara-negara Asia Tenggara  bisa bersatu di bawah Asean. Karena itu anggota Asean harus lebih meningkatkan kerjasama, bukan hanya diantara negara, tetapo juga warga negara. 

"ASEAN juga harus mengantisipasi munculnya Tiongkok sebagai kekuatan baru dunia, dan berusaha agar kekuatan baru itu berimbas positif bagi Asean", kata Bachtiar Aly menambahkan.

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015