Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Berita Terkini Hadiri Diskusi Bicara Buku MPR, Mahyudin Bicarakan Seputar Pentingnya Pemimpin Bangsa Miliki Rasa Nasionalisme Dan Religius Yang Tinggi Ketua MPR Ingin Kemajuan Pendidikan Pesantren Merata Ketua MPR Sosialisasikan Empat Pilar Pada Nelayan Bertemu Delegasi Indonesia Muroja’ah, HNW Tekankan Peran Pemuda Penting Selamatkan Bonus Demografi Indonesia Hidayat Nur Wahid Lanjutkan Perjuangan Agus Salim Dan Mohammad Natsir Wakil Ketua MPR RI Mahyudin Menerima Puluhan Guru Dari Kutai Timur Sesjen MPR : Banyak Negara Ingin Menerapkan Sifat Gotong Royong Dan Tolong Menolong PENGUMUMAN Nomor 52/10/2018 TENTANG HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) SEKRETARIAT JENDERAL MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2018 Ketua MPR: Pemilu Untuk Memilih Pemimpin Yang Terbaik Waspadai Kecurangan-Kecurangan Dalam Pemilu Rilis Seminar Guru Dihadiri Sesjen MPR Mahyudin : Kita Harus Punya Demokrasi Ala Indonesia Anggota MPR: Keragaman Suku, Budaya, Dan Agama Merupakan Kekuatan Persatuan Ketua MPR Bertemu Pelajar Islam Dan Mahasiswa Budhis Bahas Empat Pilar Sebagai Tokoh Muslim Dunia, Wakil Ketua MPR Hadiri Sidang Majelis Tertinggi Liga Dunia Islam Mahyudin : Di Tahun Politik, Waspadai Politik Adu Domba Mahyudin : Hati-Hati Menggunakan Medsos Dan Internet Mahyudin : Jangan Pilih Caleg Yang Menghamburkan Uang Saat Kampanye Ketua DPR Harap Lemkaji MPR Pecahkan Masalah Pembagian Dan Pemisahan Kekuasaan Mahyudin : Kita Butuh Keteladanan Dari Para Pemimpin
Jumat, 05 Oktober 2018 - 14:50 |

Beri Kuliah Umum Di Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Ketua MPR Tekankan Sukses Hidup Adalah Pilihan

Beri Kuliah Umum Di Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Ketua MPR Tekankan Sukses Hidup Adalah Pilihan

Bogor - Generasi muda Indonesia termasuk mahasiswa yang berkualitas adalah yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.  Generasi muda seperti ini merupakan modal dasar negara Indonesia untuk maju ke depan.  Namun, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tidaklah cukup.  

Kualitas intelektualitas harus seiring sejalan dengan kualitas moral dan karakter yang sesuai dengan nilai luhur bangsa dan Pancasila.  Jika dua hal tersebut, kualitas intelektualitas dan kualitas karakter berpadu maka akan muncul sumber daya manusia bangsa yang luar biasa mampu membuat perubahan bangsa.

Hal tersebut diungkapkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhasan) saat memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa dan mahasiswi berbagai fakultas Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), di aula UIKA, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/10/2018).

Lebih jauh Zulhasan mengatakan, untuk memunculkan karakter yang berkualitas, yakni dengan memahami nilai-nilai luhur bangsa yang dalam implementasinya antara lain berusaha keras memahami diri dan meyakinkan diri bahwa kesuksesan atau keberhasilan dan keterpurukan dalam hidup itu adalah pilihan, tidak menyalahkan takdir apalagi menyalahkan orang tua dan kemiskinan.

"Sebagai generasi muda apalagi mahasiswa yang mampu mengenyam pendidikan tinggi sebab masih banyak generasi muda Indonesia yang tidak mampu menikmati pendidikan tinggi, generasi yang mampu menempuh pendidikan tinggi harus selalu mengupgrade diri, selalu meningkatkan nilai tambah lebih dari yang lain diatas rata-rata sehingga nilai 'jual' akan lebih dihargai tinggi," ujarnya.

Mulai dari sekarang, lanjut Zulhasan, mulailah para generasi muda mahasiswa memperbaiki diri sendiri dulu dengan cara belajar yang rajin dan giat.  Lalu sering-sering melakukan observasi yakni dengan apa yang dimiliki sekarang mampu menghasilkan yang luar biasa.

Selain observasi diri, juga harus banyak membaca literatur dan sejarah orang-orang sukses juga sering mengikuti kuliah-kuliah umum atau seminar-seminar serta diskusi-diskusi yang membahas kesuksesan seseorang atau pengetahuan lainnya.

"Intinya sekali lagi adalah, kesuksesan dan keberhasilan adalah sebuah pilihan.  Jika ingin berhasil rajinlah tapi jika ingin gagal bermalas malaslah.  Namun, jika dalam upaya keras masih menemui hambatan, jangan lantas menyalahkan keadaan, kemiskinan atau menyalahkan orang tua.  Sekali lagi perbanyak observasi amati dan pelajari perilaku orang-orang sukses," terangnya.

Acara Studium Generale UIKA yang bertema 'Peran Generasi Muda Dalam Merajut Hubungan Islam dan NKRI' sendiri berlangsung selama satu hari penuh.  Selain dihadiri ratusan mahasiswa, juga dihadiri Rektor UIKA Bogor serta para dosen.

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015