Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Berita Terkini Hadiri Diskusi Bicara Buku MPR, Mahyudin Bicarakan Seputar Pentingnya Pemimpin Bangsa Miliki Rasa Nasionalisme Dan Religius Yang Tinggi Ketua MPR Ingin Kemajuan Pendidikan Pesantren Merata Ketua MPR Sosialisasikan Empat Pilar Pada Nelayan Bertemu Delegasi Indonesia Muroja’ah, HNW Tekankan Peran Pemuda Penting Selamatkan Bonus Demografi Indonesia Hidayat Nur Wahid Lanjutkan Perjuangan Agus Salim Dan Mohammad Natsir Wakil Ketua MPR RI Mahyudin Menerima Puluhan Guru Dari Kutai Timur Sesjen MPR : Banyak Negara Ingin Menerapkan Sifat Gotong Royong Dan Tolong Menolong PENGUMUMAN Nomor 52/10/2018 TENTANG HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) SEKRETARIAT JENDERAL MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2018 Ketua MPR: Pemilu Untuk Memilih Pemimpin Yang Terbaik Waspadai Kecurangan-Kecurangan Dalam Pemilu Rilis Seminar Guru Dihadiri Sesjen MPR Mahyudin : Kita Harus Punya Demokrasi Ala Indonesia Anggota MPR: Keragaman Suku, Budaya, Dan Agama Merupakan Kekuatan Persatuan Ketua MPR Bertemu Pelajar Islam Dan Mahasiswa Budhis Bahas Empat Pilar Sebagai Tokoh Muslim Dunia, Wakil Ketua MPR Hadiri Sidang Majelis Tertinggi Liga Dunia Islam Mahyudin : Di Tahun Politik, Waspadai Politik Adu Domba Mahyudin : Hati-Hati Menggunakan Medsos Dan Internet Mahyudin : Jangan Pilih Caleg Yang Menghamburkan Uang Saat Kampanye Ketua DPR Harap Lemkaji MPR Pecahkan Masalah Pembagian Dan Pemisahan Kekuasaan Mahyudin : Kita Butuh Keteladanan Dari Para Pemimpin
Kamis, 04 Oktober 2018 - 18:35 |

Ketua MPR: Indonesia Dan Belanda Harus Bisa Move On, Lupakan Sejarah Kelam Jalin Hubungan Baik Untuk Kepentingan Bersama

Ketua MPR:  Indonesia Dan Belanda Harus Bisa Move On, Lupakan Sejarah Kelam Jalin Hubungan Baik Untuk Kepentingan Bersama

Jakarta – Dulu, ketika mendengar kata-kata Belanda maka di benak rakyat Indonesia pasti otomatis akan terbersit nuansa ketidaksukaan bahkan kebencian. Mind set yang tertanam saat itu adalah Belanda negara penjajah yang sangat jahat.  Mind set tersebut diakui Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhasan) sempat pula tertanam dalam dirinya selama puluhan tahun.

Tapi, diakui Zulhasan, seiring jalan dalam perjalanan waktu  terutama saat berkunjung pertama kali ke Belanda tahun 2011, mind set tersebut berkurang, pandangannya tentang Belanda yang jahat jauh berkurang.  Ternyata, di Belanda banyak orang-orang baik.  Hubungan negara Indonesia dan Belanda dalam era modern saat ini juga sangat baik dan menguntungkan.  

Dan lagi, di era generasi milenial saat ini sangat open minded, mind set kebencian yang dipelihara terus menerus sepertinya malah akan terlihat seperti ketinggalan jaman.  Hal tersebut diungkapkan Zulhasan saat berbincang dengan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

“Kita harus memiliki pola pikir positif terhadap masa lalu jangan terlalu dendam harus juga berpikiran fair harus bisa move on demi kemajuan bersama.  Saya rasa banyak orang-orang Indonesia berpikiran seperti saya.  Saya juga berharap Belanda pun memiliki open minded dalam sejarah kedua bangsa dan saya rasa hubungan yang saling menguntungkan antar dua negara ini bisa terus dijaga daa ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Merespon hal tersebut, Rob Swartbol mengatakan bahwa sudut pandang orang-orang Belanda terhadap Indonesia pun sama tidak lagi berpatokan kepada sejarah kelam masa lalu tapi bagaimana menjalin hubungan baik antar bangsa dan antar rakyat.

“Seperti anda ketahui bahwa di Belanda detilnya di kampung halaman saya di Denhaag banyak juga orang Indonesia dan kami sudah lama terjalin ikatan yang kuat bahkan banyak yang terjalin ikatan keluarga.  Banyak blasteran Belanda Indonesia, para seniman, artis, penyanyi banyak berdarah Indonesia bahkan di Belanda banyak toko-toko yang menjual makanan Indonesia dan sangat laris.  Dan saya setuju, kita harus tidak larut pada masa lalu yang kelam, kita harus berpikir untuk ke depan untuk masa depan kedua negara,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, mewakili Kerajaan Belanda, Rob menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami rakyat Indonesia terutama di kota Palu, Donggala yang menjadi korban bencana besar gempa bumi dan tsunami beberapa waktu lalu yang mengakibatkan korban jiwa, luka dan materi yang sangat besar.

“Terimalah rasa duka kami, simpati kami yang dalam.  Rasa duka kami juga kami sampaikan dalam bentuk bantuan donasi sekitar 1 juta Euro untuk korban bencana.  Jangan melihat besar kecilnya jumlahnya tapi rasa simpati, rasa persaudaraan kita sehingga kami merasakan apa yang dirasakan para korban bencana,” katanya.

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015