Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Berita Terkini Hadiri Diskusi Bicara Buku MPR, Mahyudin Bicarakan Seputar Pentingnya Pemimpin Bangsa Miliki Rasa Nasionalisme Dan Religius Yang Tinggi Ketua MPR Ingin Kemajuan Pendidikan Pesantren Merata Ketua MPR Sosialisasikan Empat Pilar Pada Nelayan Bertemu Delegasi Indonesia Muroja’ah, HNW Tekankan Peran Pemuda Penting Selamatkan Bonus Demografi Indonesia Hidayat Nur Wahid Lanjutkan Perjuangan Agus Salim Dan Mohammad Natsir Wakil Ketua MPR RI Mahyudin Menerima Puluhan Guru Dari Kutai Timur Sesjen MPR : Banyak Negara Ingin Menerapkan Sifat Gotong Royong Dan Tolong Menolong PENGUMUMAN Nomor 52/10/2018 TENTANG HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) SEKRETARIAT JENDERAL MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2018 Ketua MPR: Pemilu Untuk Memilih Pemimpin Yang Terbaik Waspadai Kecurangan-Kecurangan Dalam Pemilu Rilis Seminar Guru Dihadiri Sesjen MPR Mahyudin : Kita Harus Punya Demokrasi Ala Indonesia Anggota MPR: Keragaman Suku, Budaya, Dan Agama Merupakan Kekuatan Persatuan Ketua MPR Bertemu Pelajar Islam Dan Mahasiswa Budhis Bahas Empat Pilar Sebagai Tokoh Muslim Dunia, Wakil Ketua MPR Hadiri Sidang Majelis Tertinggi Liga Dunia Islam Mahyudin : Di Tahun Politik, Waspadai Politik Adu Domba Mahyudin : Hati-Hati Menggunakan Medsos Dan Internet Mahyudin : Jangan Pilih Caleg Yang Menghamburkan Uang Saat Kampanye Ketua DPR Harap Lemkaji MPR Pecahkan Masalah Pembagian Dan Pemisahan Kekuasaan Mahyudin : Kita Butuh Keteladanan Dari Para Pemimpin
Senin, 17 September 2018 - 13:50 |

MPR Harap Kerjasama Indonesia-Ceko Meningkat Dalam Berbagai Bidang

MPR Harap Kerjasama Indonesia-Ceko Meningkat Dalam Berbagai Bidang

“Terima kasih atas kunjungan yang mulia”, ujar Ketua MPR Zulkifli Hasan saat menyambut Ketua Senat Republik Ceko Milan Stech. “Semoga menjadi kunjungan yang menyenangkan”, tambahnya. Stech pada 17 September 2018 bersama dengan puluhan delegasi lainnya diterima oleh Pimpinan MPR di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta. Dalam kunjungan itu Wakil Ketua MPR E. E Mangindaan dan Hidayat Nur Wahid serta anggota MPR dari Fraksi Golkar Idris Laena, anggota MPR dari Fraksi Demokrat Guntur Sasono, ikut menyambutnya.

Dalam pertemuan, Zulkifli Hasan mengungkapkan hubungan kedua negara telah berjalan selama 25 tahun dan selama ini berjalan dengan baik. “Kami menyakini kunjungan Yang Mulia akan memperkuat hubungan tidak hanya antarparlemen namun juga antarpemerintah dan masyarakat”, harap pria asal Lampung itu.

Kepada Stech dan anggota Senat Ceko lainnya, Zulkifli Hasan memberitahu bahwa di MPR ada 10 fraksi dan satu kelompok DPD. “Mereka yang mampu lolos dalam Pemilu”, ujarnya. Dikatakan anggota MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD.

Zulkifli Hasan mengungkapkan pada tahun 1998 di Indonesia terjadi reformasi. Dalam era reformasi terjadi amandemen UUD Tahun 1945. Akibatnya ada perubahan undang-undang dasar. Menurut Zulkifli Hasan, amandemen yang terjadi membawa perubahan pada kedudukan MPR. “Sebelum reformasi, MPR adalah lembaga tertinggi”, ujarnya. Dalam posisi yang demikian membuat MPR mempunyai kewenangan menyusun haluan negara dan memilih serta mengangkat Presiden dan Wakil Presiden.

Kewenangan yang demikian, setelah amandemen, tak lagi dimiliki oleh MPR. Kekuasaan yang ada didistribusikan ke berbagai lembaga negara seperti DPR, DPD, MK, KY, BPK, MK, dan Presiden. “Semua setara”, paparnya. Meski demikian, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa fungsi MPR tetap yakni bisa mengubah konstitusi serta melantik dan bisa memberhentikan Presiden.

Dalam acara yang diliput oleh beragam media, Zulkifli Hasan mengabarkan kepada Stech bahwa Indonesia adalah negara yang beragam, baik itu suku, bahasa, agama, dan budaya. Mereka terbagi dalam 700 bahasa, 6 agama resmi, dan tersebar di 17.000 pulau. “Indonesia adalah negara yang luas, penerbangan dari Aceh sampai Papua memerlukan waktu 9 jam”, ungkapnya.

Dari keberagaman itulah dikatakan oleh mantan menteri kehutanan bahwa MPR-lah yang menjaganya. “Salah satu tugas MPR adalah menjaga keragaman yang ada agar saling menghormati, menghargai, mendukung, dan toleransi”, ucapnya. “Kami berbeda tetapi bersatu”, tambahnya.

Sebagai bangsa yang beragam, dirinya menyebut dasar negara, pandangan hidup, dan filosofi Indonesia adalah Pancasila. Seluruh warga negara dikatakan mempunyai hak yang sama. “Siapa saja berhak menjadi apa saja”, tuturnya.

Stech dalam kunjungan itu merasa terhormat. Dirinya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang dikatakan sempurna. Seperti Zulkifli Hasan, dalam kesempatan tersebut Stech juga memaparkan bentuk Senat Ceko. Disebut anggota senat jumlahnya mencapai 81 orang. “Mereka berasal dari berbagai sayap dan aliran politik”, ujarnya. “Mereka bisa lolos ke parlemen karena politisinya berpengalaman”, tambahnya.

Hubungan Indonesia-Ceko juga diakui Stech berjalan baik. “Tidak terbebani masa lampau”, ungkapnya. Ceko, negaranya, diakui menghargai perjuangan Indonesia dalam ikut mendukung perdamaian dunia. Apa yang terjadi di Indonesia, menurut Stech juga terjadi di Ceko, yakni ada reformasi. Reformasi yang terjadi di negara yang bertetangga dengan Jerman itu membawa dampak perubahan ekonomi yang baik. Ekonomi di sana mampu meningkatkan derajad warganya. “Sehingga banyak orang Ceko bepergian ke berbagai tempat wisata di Indonesia, Bali misalnya”, ungkapnya.

Diakui jarak kedua negara jauh. Meski demikian, berbagai perwakilan kedua negara ada. Dirinya mengharap hubungan kedua negara ditingkatkan. Disebut banyak produk Indonesia yang masuk ke Ceko, baik langsung maupun lewat Uni Eropa. Dirinya mengharap agar produk-produk negaranya juga banyak masuk ke Indonesia.

Stech bangga kedua negara mampu meningkatkan kerjasama dan mengembangkan peluang yang ada. “Buktinya pejabat kedua negara saling berkunjung”, sebutnya. Dirinya yakin MPR bisa mendukung peningkatan kerjasama kedua negara. 

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015