Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Berita Terkini Hadiri Diskusi Bicara Buku MPR, Mahyudin Bicarakan Seputar Pentingnya Pemimpin Bangsa Miliki Rasa Nasionalisme Dan Religius Yang Tinggi Ketua MPR Ingin Kemajuan Pendidikan Pesantren Merata Ketua MPR Sosialisasikan Empat Pilar Pada Nelayan Bertemu Delegasi Indonesia Muroja’ah, HNW Tekankan Peran Pemuda Penting Selamatkan Bonus Demografi Indonesia Hidayat Nur Wahid Lanjutkan Perjuangan Agus Salim Dan Mohammad Natsir Wakil Ketua MPR RI Mahyudin Menerima Puluhan Guru Dari Kutai Timur Sesjen MPR : Banyak Negara Ingin Menerapkan Sifat Gotong Royong Dan Tolong Menolong PENGUMUMAN Nomor 52/10/2018 TENTANG HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) SEKRETARIAT JENDERAL MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2018 Ketua MPR: Pemilu Untuk Memilih Pemimpin Yang Terbaik Waspadai Kecurangan-Kecurangan Dalam Pemilu Rilis Seminar Guru Dihadiri Sesjen MPR Mahyudin : Kita Harus Punya Demokrasi Ala Indonesia Anggota MPR: Keragaman Suku, Budaya, Dan Agama Merupakan Kekuatan Persatuan Ketua MPR Bertemu Pelajar Islam Dan Mahasiswa Budhis Bahas Empat Pilar Sebagai Tokoh Muslim Dunia, Wakil Ketua MPR Hadiri Sidang Majelis Tertinggi Liga Dunia Islam Mahyudin : Di Tahun Politik, Waspadai Politik Adu Domba Mahyudin : Hati-Hati Menggunakan Medsos Dan Internet Mahyudin : Jangan Pilih Caleg Yang Menghamburkan Uang Saat Kampanye Ketua DPR Harap Lemkaji MPR Pecahkan Masalah Pembagian Dan Pemisahan Kekuasaan Mahyudin : Kita Butuh Keteladanan Dari Para Pemimpin
Rabu, 27 Desember 2017 - 07:05 |

Oesman Sapta Disambut Tarian Soya-Soya Di Ternate, Maluku Utara

Oesman Sapta Disambut Tarian Soya-Soya Di Ternate, Maluku Utara

Wakil Ketua MPR RI Dr. Oesman Sapta, Selasa malam (26/12/2017) sekitar pukul 19.45 WIT mendarat di Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara. Begitu tiba Oesman Sapta yang juga Ketua DPD RI langsung disambut tarian Soya-soya, sebuah tarian adat Ternate dalam menyambut tamu kehormatan yang pertama kali menjejakkan kakinya di Ternate. Tarian ini dibawakan oleh tujuh orang penari laki-laki, yang dalam sejarahnya Soya-Soya adalah tari perang.

Para penari yang diiringi tetabuhan kemudian mengantarkan tamu kehormatannya, Oesman Sapta, menuju ke kursi beralaskan kain putih. Oesman Sapta kemudian dipersilahkan duduk di kursi, dan di sini sang tamu kehormatan sedangkan mengikuti ritual Jokokaha, yang berarti jejak tanah. Untuk upacara  ini dibantu oleh empat orang puteri Ternate yang mengenakan pakaian adat. Ritual ini diakhiri pembacaan Rorosa (doa) yang dipimpin oleh tokoh adat Ternate asal Sumatera Barat, Supriyadi.

Dengan berakhirnya ritual ini maka Oesman Sapta secara resmi memulai aktivitasnya selama kunjungan dua harinya  di Ternate. Kunjungan kerjanya diawali, malam ini juga, yakni hadir dalam perayaan Natal di Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) Jemaat Ebeen Haezer di Jl. Arnold Monotutu Kota Ternate. Di gereja ini, Oesman Sapta disambut oleh pendeta Abraham Ugu dan para jemaat gereja.

Usai mengikuti acara itu, kepada para wartawan Oesman Sapta menegaskan, pada waktu bangsa ini berjuang di pentas 1945 tidak ditanya apa agamamu, apa warna kulitmu, apa asal usulmu. Tapi, yang ada, menurut Oesman Sapta, satu keputusan rakyat Indonesia tidak mau dijajah dan mau merdeka. "Jadi, semuanya berjuang untuk kemerdekaan Indonesia," tegas Oesman Sapta.

Besok, sepanjang hari Rabu (27/12/2017), Oesman Sapta masih melakukan serangkaian acara di Ternate, antara lain mengunjungi beberapa pasar dan bertatap muka dengan para pedang di sana.

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015