Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Selasa, 09 Mei 2017 - 13:10 |

Tepis Fitnah Radikal, Ketua MPR: Ulama Selalu Bela NKRI

Tepis Fitnah Radikal, Ketua MPR: Ulama Selalu Bela NKRI

Ketua MPR Zulkifli Hasan kembali memaparkan peran umat Islam dalam sejarah perjuangan bangsa dalam Rapat Koordinasi Nasional Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI. Rakornas ini dilaksanakan di Hotel Santika, TMII, Senin (8/5) malam.

Zulkifli Hasan menegaskan, pada masa perjuangan, para ulama memimpin perlawanan melawan penjajah. Disebut ketika Indonesia hendak kembali dijajah bangsa asing, ulama besar KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan fatwa jihad. "Keluar Resolusi Jihad untuk mempertahankan Indonesia," ujarnya.

Dalam perjuangan itu, para santri dan pejuang memekikan takbir. "Takbir merupakan penyemangat dan inspirasi kemerdekaan," ungkap Zulkifli Hasan. "Allahu Akbar pekikan semangat bangsa Indonesia," tambahnya.

Namun Zulkifli Hasan saat ini menyayangkan umat Islam distigmakan dengan hal-hal yang buruk, seperti kelompok radikal dan terorisme serta tidak toleran.

Ia percaya, kemenangan pasangan Anis-Sandi dalam Pilkada Jakarta bukan kemenangan Islam radikal. "Sebaliknya, Kemenangan Anies Sandi adalah kemenangan Demokrasi."

Pada peserta rapat yang datang dari seluruh Indonesia, Zulkifli Hasan mengungkapkan Pancasila tidak boleh diterjemahkan sesuai selera masing-masing, apalagi untuk menstigma Islam dan Ulama.

"Kembali pada sejarah, justru Ulama selalu bela NKRI, jaga Pancasila. Jangan dibolak balik." 

Bila ormas yang anti Pancasila ingin dibubarkan, Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa sebagai negara hukum maka tuduhan itu harus dibuktikan di pengadilan. "Kalau membubarkan ormas harus ada prosedur hukum yang harus dilewati," tegasnya.

Zulkifli Hasan mengatakan kalau Pancasila menjadi perilaku keseharian masyarakat maka bangsa ini akan utuh dan menjadi bangsa yang maju. 

Hadir bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua MUI KH Ma'ruf Amin, Wakapolri Syafruddin dan Perwakilan MUI dari seluruh Indonesia.

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015