Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
Berita Terkini Hadiri Diskusi Bicara Buku MPR, Mahyudin Bicarakan Seputar Pentingnya Pemimpin Bangsa Miliki Rasa Nasionalisme Dan Religius Yang Tinggi Ketua MPR Ingin Kemajuan Pendidikan Pesantren Merata Ketua MPR Sosialisasikan Empat Pilar Pada Nelayan Bertemu Delegasi Indonesia Muroja’ah, HNW Tekankan Peran Pemuda Penting Selamatkan Bonus Demografi Indonesia Hidayat Nur Wahid Lanjutkan Perjuangan Agus Salim Dan Mohammad Natsir Wakil Ketua MPR RI Mahyudin Menerima Puluhan Guru Dari Kutai Timur Sesjen MPR : Banyak Negara Ingin Menerapkan Sifat Gotong Royong Dan Tolong Menolong PENGUMUMAN Nomor 52/10/2018 TENTANG HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) SEKRETARIAT JENDERAL MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2018 Ketua MPR: Pemilu Untuk Memilih Pemimpin Yang Terbaik Waspadai Kecurangan-Kecurangan Dalam Pemilu Rilis Seminar Guru Dihadiri Sesjen MPR Mahyudin : Kita Harus Punya Demokrasi Ala Indonesia Anggota MPR: Keragaman Suku, Budaya, Dan Agama Merupakan Kekuatan Persatuan Ketua MPR Bertemu Pelajar Islam Dan Mahasiswa Budhis Bahas Empat Pilar Sebagai Tokoh Muslim Dunia, Wakil Ketua MPR Hadiri Sidang Majelis Tertinggi Liga Dunia Islam Mahyudin : Di Tahun Politik, Waspadai Politik Adu Domba Mahyudin : Hati-Hati Menggunakan Medsos Dan Internet Mahyudin : Jangan Pilih Caleg Yang Menghamburkan Uang Saat Kampanye Ketua DPR Harap Lemkaji MPR Pecahkan Masalah Pembagian Dan Pemisahan Kekuasaan Mahyudin : Kita Butuh Keteladanan Dari Para Pemimpin
Rabu, 27 Desember 2017 - 21:40 |

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Tinjau Pasar Higienis Kota Ternate

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Tinjau Pasar Higienis Kota Ternate

Salah salah agenda kegiatan Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta dalam kunjungan kerjanya ke Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, adalah mengunjungi pasar tradisional higienis "Bahari Berkesan", salah satu pasar kota semi moderen di Kota Termate.

Tiba di pasar itu sekitar pukul 09.30 WIT, Oesman Sapta yang didampingi Walikota Ternate Dr. H. Burhan Abdurahman, SH., MM,, langsung menyita perhatian perhatian para pedagang dan pengunjung pasar. 

Begitu memasuki pasar, Oesman Sapta mampir di kios ikan asap milik Ibu iNursan Saban. Terjadi dialog singkat. "Ikan ini sudah masak?," tanya Oesman Sapta. "Kalau mau dimasak lagi dengan bumbu bawang merah, cabai, tomat dll," jawab Bu Nursan. "Berapa harganya ," kembali Oesman Sapta bertanya, yang dijawab oleh Bu Nursan, "Rp 35 ribu per kilo." Kalau begitu, lanjut Oesman Sapta, beli 10 kilo.

Mengetahui Oesman Sapta membeli di kios Bu Nursan, pedagang ikan yang sama  setengah berteriak. "Bapak juga harus beli di tempat saya, biar adil," ujar Bu Tina, juga pedagang ikan asap. Lalu dengan bijaksana Oesman Sapta bergeser ke kios Bu Tina dan membeli 10 kg lagi. Supaya adil, Oesman  Sapta juga membeli ikan yang sama dari pedagang lainnya.

Terus menyusuri kios pedagang ikan kering, Oesman Sapta mampir di kios ikan teri milik H. Ade. Setelah mencicipi langsung ikan teri, Oesman Sapta lalu membeli 2 kg Rp 75,000 per kg. LSelanjutnya Oesman Sapta juga membeli 10 ikat kayu manis a Rp 10.000 dari kios Bu Fatimah dan membeli 2 kg ikan teri Ngapi-ngapi a Rp 150.000. 

Keluar dari kios ikan kering, Oesman Sapta beralih ke kios pegangan daging. Di sini Oesman Sapta mendapat penjelasan dari Ibrahim, salah seorang pedagang daging. Bahwa setiap harinya kebutuhan daging di Kota Ternate sebanyak Rp 840 kg. Saat ini harga daging per kilo-nya Rp 110.000. "Apa bisa diturunkan lagi harga daging," tanya sekaligus harapan dari Oesman Sapta. Soal harga daging, menurut Ibrahim, tergantung dari ketersediaan sapi potong, yang berasal dari luar daerah.

Setelah sempat menjenguk kios sayur mayur, Oesman Sapta mengakhiri kunjungannya di pasar higienis ini. "Ternyata harga pangan di Ternate ini tidak  berbeda jauh dengan harga di Jakarta," begitu komentar Oesman Sapta. Itu artinya, menurut Oesman Sapta, pengendalian harga di sini cukup bagus.

Hal yang menarik, menurut Oesman Sapta, tentang pengembangan pasar ini. Pasar ini dulunya pasar tenda yang terarah, kemudian berkembang menjadi pasar tradisional semi modern. Hanya saja Oesman Sapta berharap soal kebersihan harus diperhatikan. "Saya lihat soal kebersihan agak kurang," ujar Oesman Sapta.

Sampaikan Komentar Anda

Hak Cipta © Sekretariat Jendral MPR RI 2015