Proposal permohonan narasumber

LEMBAR PENGESAHAN
Malang, 10 November 2011
PANITIA SEMINAR DAN WORKSHOP ASWAJA
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
CABANG KOTA MALANG
M. Iwan Safrullah Taufik Andi Wijaya
Ketua Pelaksana Sekretaris Pelaksana
Mengetahui,
PC. PMII kota Malang
Iden Robert Ulum
Ketua Umum NAMA KEGIATAN : Seminar, Pelatihan Dan Workshop Kader Aswaja Nusantara PENYELENGGARA : PC. PMII Kota Malang Masa Khidmat 2011-2012 Contact Person : Iden Robert Ulum : 082132877111 Dwi Fitri Wiyono : 085755802873 E-mail : pc@pmiimalang.or.id Website : http//www.pmiimalang.or.id Nomor Rekening : BCA 147-0377-671 a.n Iden Robert Ulum Mandiri 144-001-211-3574 a.n Iden Robert Ulum TEMA : Seminar : “Aswaja dan Empat pilar berbangsa dan bernegara . membendung radikalisme islam, mungkinkah?” Pelatihan dan workshop : " Manifesto Kader Aswaja Sebagai Pelopor Dalam Memperkokoh Empat Pilar Berbangsa Dan Bernegara ” WAKTU : Kamis – Minggu , 22 - 25 Desember 2011 TEMPAT : Seminar Widya Loka Universitas Brawijaya, Kota Malang Pelatihan & Workshop Wisma Bhima Sakti, Dinas Sosial , Kota Batu
Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh
A. LATAR BELAKANG
Paska reformasi 1998 berjalan muncul berbagai ragam pemahaman keagamaan yang merupakan ekspansi berkala dari Negara – negara barat dan timur tengah, sering disebut juga ideology transnasional, yang memberikan dampak pada rapuhnya sendi - sendi pilar bangsa dan bernegara ( NKRI, UUD 45, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika ) berbagai kelompok bermunculan dengan latar belakang pemahaman yang berbeda, liberalisme, Fundamentalisme bahkan radikalisme yang cenderung membangkitkan pertarungn ideology dari masing – masing kelompok berbuntut pada benturan antara nilai dan ideology kelompok satu ( Liberalisme ) dengan kelompok lain ( Fundamentalisme ) dalam pola pemikirannya yang mengarah pada saling memonopoli kebenaran dan bahkan saling mengkafirkan . ideology Islam transnasional dengan dua frame berbeda antara fundamentalis radikalis dan liberalisme Islam, Fenomena gerakan Islam Transnasional semakin kokoh menancapkan ideologinya hingga terkadang mengancam ideology falsafah bangsa Indonesia .Liberalisme Islam semisal, memberikan warna pemikiran yang bebas dalam memaknai kemurnian ajaran islam yang condong keluar dari bingkai maupun metodologi ajaran islam dengan pemaknaan dan penyamaan berbagai teologi agama . Pada spectrum yang lain Islam Fundamentalis dan radikalisme kian hari kian sering hadir dengan banyak varian, Dalam dimensi politik, sosial budaya yang dekat dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Dalam dimensi politik, salah satunya ditandai dengan kehadiran peraturan daerah yang didasarkan pada nalar syariat Islam. Kini, sudah tidak asing lagi bila kita menyaksikan segerombolan orang-orang yang berjubah dan bersorban, hingar bingar dijalan raya melakukan aksi-aksi jihadnya dan tak jarang dilakukan dengan cara-cara kekerasan.
Pergerakan Islam Fundamental dan Islam radikal pada puncaknya menjadi ancaman bagi banyak orang, ketika terjadi berkali-kali teror bom di Indonesia yang sudah merenggut ratusan korban. Artinya kemunculan Islam radikal dan Islam Fundamental tidak hanya hadir dalam satu nama dan kelompok saja, mereka hadir dengan pola gerakan yang berbeda. Berpolitik dengan melahirkan kebijakan, pemuka agama dengan ajaran moral dan etika, akademisi dengan doktrin dan pengkaderan serta menjadi terorisme dengan teror bom. Islam Fundamental dan Islam radikal yang banyak variannya memiliki kesamaan dalam visi misi, pertama adalah, pemahaman tentang doktrin agama yang literal (tanpa memperhatikan asbabul nuzul dan konteks kekinian), sehingga penafsiran yang mereka fahami dalam teks Al-
Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh
Quran seringkali berbenturan dengan pluralitas dan kemajemukan. Kedua, Berangkat dari tafsir teks yang fundamen lah kemudian memunculkan keinginan dari pergerakan Islam Fundamental dan Islam Radikal untuk menerapkan syariat Islam. Pertanyaan nya kemudian, mungkinkah ini dapat di berlakukan di Indonesia.
Wajah Islam transnasional Bagi pemikiran Ahlusunnah Wal jamaah dalam menyikapi nya harus bijak mendudukan persoalan. Tafsir Al-Quran yang keliru sehingga menjadikan Islam sebagai agama yang mengancam umat , padahal Islam adalah agama rahmatan Lil alamain. Islam memiliki ajaran yang didasarkan pada prinsip ketuhanan dan kemanusiaan. prinsip ketuhanan mengharuskan kita percaya dan yakin akan kekuasaan dan tidak ada kekuatan lain selain Allah SWT. prinsip kemanusiaan dalam Islam mengajarkan untuk saling mengasihi terhadap sesama bahkan orang kafir sekalipun. Kerangka berfikir tersebut dirumuskan lebih lanjut menjadi konsep pemahaman dan sikap keagamaan yang berintikan tiga prinsip, yaitu:tasamuh (toleransi),tawazun (keseimbangan), tawasuth (moderasi). Ketiga prinsip inilah yang pada gilirannya membentuk bangunan kesadaran keislaman yang moderat dalam arti yang sesungguhnya, dengan demikian, berbagai pemahaman yang tumbuh didalamnya pada akhirnya dapat menjadi lahan persemaian bagi semua upaya untuk mencapai tujuan syariat islam yang paling hakiki, yaitu menjaga dan melindungi lima hal dasar,din (agama),nafs (jiwa),aql (akal pikiran),mal (harta benda) dan nasab (keturunan termasuk martabat manusia). Maka menurut pandangan Ahlusunah Wal jamaah, Islam memiliki sumber tata nilai yang universal, Islam harus senantiasa masuk dan berdialog dengan seluruh keanekaragaman budaya masyarakat yang ada diberbagai penjuru dunia dan di Indonesia khususnya. Dari landasan berfikir diatas, maka menyikapi fenomena kelompok – kelompok Islam transnasional ( Liberalisme dan fundamental islam radikal ) harus dilakukan dengan cara dialogis. Memaknai ulang doktrin agama yang mereka anggap sebagai ideologi perlu dilakukan untuk mengembalikan ajaran islam yang universal dan kaffah. Diantaranya adalah pengertian jihad dan penerapan syariat Islam. Kedua hal ini perlu di tafsir ulang dengan perspektif Ahlusunnah Wal jamaah yang moderat, karena jika dipaksakan pengertian jihad dan penerapan syariat islam akan membuat kelompok lain terpinggirkan, .
Maka dalam kegiatan yang kami ajukan ini, terdapat lima tema besar yang menurut kami layak untuk di diskusikan. Pertama, menelusuri akar munculnya ekspansi islam transnasionaldi Indonesia. Kedua, menyikapi fenomena liberalisme islam yang mengancam
Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh
kemurnian ajaran islam. Ketiga, melihat dan meneropong eksistensi dan menganalisa pemikiran-pemikiran Islam fundamentalisme dan Islam radikal, apakah keberadaan mereka sesungguhnya layak berada di Indonesia?. Keempat memaknai ulang jihad dan penerapan syariat islam, menempatkan tafsir jihad pada pengertian yang universal. Kelima membincang tema kemana arah gerakan serta strategi dakwah sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal jama’ah dalam menyikapi ideology yang bertentangan dengan falsafah bangsa dan ajaran islam yang sesungguhnya, dalam hal ini tentu Ahlusunnah Wal jamaah memiliki prinsip pemikiran yang Upaya dialogis adalah upaya yang santun untuk dilakukan dalam menyikapi perbedaan. Tujuan di selenggarakannya kegiatan ini adalah untuk menemukan kesepahaman dalam pemikiran-pemikiran Islam yang memiliki prinsip moderat dan universal terhadap kemajemukan dan pluralitas bangsa. Dalam hal ini kami Bidang Agama PC.PMII Kota Malang memiliki kapasitas yang tepat untuk melangsungkan kegiatan ini, karena latar belakang kami tidak lepas dari konstruksi pemikiran
B. GAMBARAN UMUM
Pelatihan kader Aswaja Nusantara secara umum akan di bingkai dengan Workshop sekaligus sebagai rumusan strategi gerakan perlawanan terhadap Ideologi Islam Transnasional yang mengancam Sendi – sendi dan Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara melalui out put dari seluruh materi yang disampaikan , diharapkan mampu menjadikan kepeloporan pemuda Aswaja menuju pola gerakan yang masif.
C. NAMA DAN BENTUK KEGIATAN
1. Nama
Seminar, Pelatihan Dan Workshop Kader Aswaja Nusantara
2. Tema Kegiatan
Seminar :
“Aswaja dan Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara Membendung Radikalisme Islam, Mungkinkah?”
Pelatihan dan Workshop :
“ Manifesto Kader Aswaja Sebagai Pelopor dalam Memperkokoh Empat Pilar Berbangsa Dan Bernegara “
Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh
D. LANDASAN KEGIATAN
1. Pancasila dan UUD 45
2. Nilai – nilai Dasar Pergerakan ( NDP ) PMII
3. AD/ ART PMII
4. Keputusn kongres XVII PMII, No: 03, KONGRES-XVII.03.2011
5. Hasil Renstra PC. PMII Kota Malang 2011-2014
6. Hasil Rapat Kerja PC. PMII Kota Malang 2011-2012
E. KAJIAN MASALAH
1. Gerakan Ideologi Islam transnasional memberikan Ancaman terhadap Pilar berbangsa dan bernegara ( Pancasila, NKRI, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika)
2. Pemahaman Ideologi Islam Transnasional ( Fundamentalisme dan Radikalisme ) seringkali menutup ruang toleransi dan prinsip kemanusiaan universal.
3. Gerakan Islam Fundamental dan Radikal sering menjadi pemicu konflik horizontal dan vertikal.
4. Gerakan Islam Liberal, hubunganya dalam memberikan pemahaman dan penyamaan berbagai Teologi umat beragama.
5. Dampak positif dan negative Pemahaman Islam Liberal dalam menafsirkan ajaran –ajaran Islam.
6. Merumuskan pola gerakan Kader Aswaja dalam memperkokoh Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara.
F. MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN
1. Mewujudkan kader aswaja yang memiliki kesadaran dalam mempekokoh pilar kebangsaan dan bernegara.
2. Menghasilkan pemikiran peserta yang memiliki Pola fikir Ahlusunnah Waljamaah dalam menyikapi fenomena Islam Transnasional.
3. Membangun substansi pemahaman Islam sebagai Rahmatan lil Alamin
4. Merumuskan Arah gerakan Kader Ahlusunah wal jama’ah di nusantara.
5. Peserta memahami pentingnya visi dan tujuan Ahlusunnah Waljamaah yang toleran dan plural.
Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh
6. Peserta memahami kerentanan konflik horizontal dan vertikal yang diakibatkan oleh gerakan Islam transnasional Liberalisme ,Fundamentalisme Islam dan Radikalisme Islam.
7. Terciptanya gerakan pemuda yang memiliki wawasan multikulturalisme guna mewujudkan persatuan Indonesia .
8. Menghasilkan pemikiran peserta yang memiliki cara pandang Ahlusunnah Waljamaah dalam menyikapi fenomena Islam transnasional.
9. Mendorong gerakan bersama dari kalangan akademik, yakni: mahasiswa dan Organisasi Kepemudaan Islam yang konsisten terhadap fenomena ideoliogi islam transnasional.
G. INDIKATOR PELATIHAN DAN WORKSHOP
1. Peserta memahami secara komprehensif tentang nilai-nilai Ahlus unnah Waljamaah yang didasarkan pada realitas kebangsaan.
2. Peserta terdorong untuk memperkokoh pilar-pilar kebangsaan dan bernegara
3. Peserta memahami arah ruang gerak Ideologi Islam transnasional
4. Adanya gerakan pemuda yang memperjuangkan masyarakat terdiskriminasi dan mendorong revitalisasi sistem lokal yang menghargai multikulturalisme.
5. Peserta mampu memetakan potensi konflik, mencari akar konflik dan melakukan gerakan untuk meminimalisir konflik yang diakibatkan oleh fenomena Ideologi Islam transnasional Fundamentalisme Islam
6. Peserta mengembangkan nilai – nilai multikulturalisme untuk memperkuat pilar bangsa.
7. Peserta mampu memetakan potensi konflik, mencari akar konflik dan melakukan gerakan untuk meminimalisir konflik yang diakibatkan oleh fenomena Fundamentalisme Islam dan Islam Radikalisme
H. METODE PELATIHAN DAN WORKSHOP
Metodologi pada Pelatihan dan Workshop ini adalah partisipatoris. yang difasilitasi oleh fasilitator dan menghadirkan narasumber. Beberapa metodelogi yang digunakan adalah Seminar ( Dialog ) , Brainstorming, forum group Diskusi , game, Role Playing.
Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh
I. NARASUMBER DAN PESERTA
- Bertindak sebagai nara sumber dalam forum seminar dari Kementrian agama, Pemprov Jatim, MPR RI, PB NU, PB. PMII , yang juga akan di hadiri oleh :
1. Kementrian Agama
2. Prof. Dr.KH. Said Aqil Siraj ( Ketua Umum PB. NU )
3. Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin ( Wakil Ketua MPR RI )
4. Drs. Saifullah Yusuf ( Wakil Gubernur Jatim )
5. As’ad said Ali (Mantan WAKABIN RI)
6. Abdul Mukhsit Ghazali (JIL)
7. Nasir Abbas ( Mantan anggota Jama’ah Islamiyah )
8. Nusron Wahid ( Ketua Umum GP. Ansor )
9. Adien Jauharudin (Ketua Umum PB. PMII)
10. Eddy Rumpoko ( Wali kota Batu )
11. Drs. Peni Suparto, M. AP ( Wali kota Malang)
12. Drs. H. Rendra Krisna, BcKU, SH, MM, MPM ( Bupati kabupaten Malang )
13. KH. Marzuki Muktamar ( Ketua Umum PC. NU Kota Malang )
14. Ketua DPRD di lingkungan Malang Raya
15. Kepala dinas di lingkungan Malang Raya
16. Ketua Umum Banom PC. NU di lingkungan Malang Raya
17. PC. PMII se-Nusantara
18. BEM ( UIN, STAIN, IAIN, PTAIS ) se- Nusantara
19. PK. PMII Kota Malang
( Unisma, Unmer, Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, Budi Utomo, Asia, Kanjuruhan, Unitri, ITN, Muhammadiyah Malang, Gajayana )
20. Organisasi Kepemudaan di lingkungan Malang Raya
- Peserta pelatihan dan Workshop akan di ikuti oleh PC. PMII se-nusantara
J. MATERI PELATIHAN DAN WORKSHOP
1. Aswaja
2. Islam fundamentalisme dan radikalisme
3. Islam Liberal
4. Konsep jihad
5. Strategi dakwah dan Formulasi gerakan Islam aswaja nusantara
Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh
K. PELAKSANA
Kegiatan ini Dilaksanakan Oleh Bidang Keagamaan PC. PMII Kota Malang masa khidmat 2011-2012 dengan Kepanitiaan Sebagaimana Surat Keputusan ( SK ) terlampir.
L. WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis - minggu , tanggal 22 - 25 desember 2011.
 SEMINAR
Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Kota Malang
 PELATIHAN & WORKSHOP
Wisma Bhima Sakti , Gedung Dinas Sosial Kota Batu
M. RENCANA ANGGARAN
Kegiatan ini di anggarkan dari dana kas PC. PMII kota malang, kerjasama dengan Instansi pemerintah dan IKAPMII
N. PENUTUP
Demikian proposal ini di susun untuk memperjelas kegiatan yang hendak dilakukan. Kegiatan ini hanya akan berjalan secara baik apabila terdapat dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, mohon dukungannya dan atas semua partisipasi semua pihak disampaikan trimakasih
Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh
Wallahul muwafiq ilaa aqwamith thoriq
Malang, 25 Oktober 2011
PANITIA SEMINAR DAN WORKSHOP ASWAJA
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
CABANG KOTA MALANG
M. Iwan Safrullah Taufik Andi Wijaya
Ketua Pelaksana Sekretaris Pelaksana
Mengetahui,
PC. PMII kota Malang
Iden Robert Ulum
Ketua Umum
Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh
Lampiran 1
SUSUNAN PANITIA PELAKSANA
PELATIHAN DAN WORKSHOP KADER ASWAJA NUSANTARA
PERGERAKN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
CABANG KOTA MALANG
MASA KHIDMAT 2011 - 2011
Penasehat : Heri Setiono , SE
Alim Mustofa, S. Sos
Dr. H. Muhtadi Ridwan, M. Ag
Ir. Umar Hayan
Ir. BCK. Sena S. Yudha
Dr. Thirmidzi, M. Pd
Imam Pituduh, SH, MH
Hikmah Bafaqirah, SE, M. Si
Syaiful Arif, S. Sos
Atho’ilah, ST
Romy Faslah
Moch. Zaini Mustakim, S. Sos
Heriyanto, S. Pd
Pelindung : Ident Robert Ulum, ST
Penanggung Jawab : Dwi Fitri Wiyono
Sterring Committee
Coordinator : Muhammad Wahib
Anggota : Syaif Syah
Hadiqun Nuha
M. Zam zami
Sholeh Hazan
Organizing Committee (OC)
Ketua Pelaksana : M. Iwan Safrullah
Sekretaris : Taufik Andi Wijaya
Bendahara : Iftitah Nafikah
Divisi Kestari :
Nur Aini (Co.)
Hendri Eko Pramono
Syukron Makmun
Wahyu Arif Bintoro
Arif Rahman Khudaibi
Fahmi Alamsyah
Ahmad Jazuli
Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh
Divisi Acara :
Abu Bakar Assidiq (Co.)
Muzayyin Satrio
Muhammad Yunus
Habib Qomar
Wildan Habibi
Anugrah Hyang Widhi
Zainullah
Ghulam Asrofi Buntoro
Abdul Wafi
Divisi PDD :
Muhammad Yusuf (Co.)
Abdullah Wafa
Abdul Qodir Jaelani
Habib Qomar
Ghamrin Echa
Muhammad Mujtabah
Mastody Alfarisi
Lutfi Nur Aifin
Divisi Transkoper :
Izzatul Ulya (Co.)
Ammatul Mughis
Ummi Kulsum
Weni Sulistyowati
Habibul Anshori
Farid salam
Supiansah
Heri Wiyono
Abdul Aziz
Budi Satria Maulan
Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh
Dwi Fitri Wiyono
Jl. Mayjend Panjaitan 164
Kota Malang
0

Share

Sampaikan Komentar Anda
Komentar untuk berita ini

LCC 2012 Seleksi Provinsi Kalimantan Timur Babak Penyisihan I