HUKUMAN DENDA SEBAGAI ALTERNATIF HUKUMAN PENJARA

Penting :
Tulisan ini berisi tentang info penting yang jika konsep ini dilaksanakan maka Negara akan mendapatkan pendapatan sekitar Rp 1,087 T + 261 M = Rp 1,348 T

Kepada Yth,
Bapak Pimpinan MPR RI
di
Jakarta

Terlebih dahulu kami mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan Bapak membaca e-mail kami ini dan kami doakan semoga Bapak berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa , Amin.

Terkait dengan sedang dibahasnya Rancangan KUHP , maka kami sebagai Anak Bangsa ingin menyampaikan sumbang saran bahwa dalam rancangan KUHP nanti, sebaiknya / seharusnya dicantumkan hukuman denda bagi Barangsiapa yang melakukan Tindak Pidana Ringan yang hukumannya kurang dari 1 Tahun penjara bisa diganti dengan Denda, artinya Si Narapidana punya pilihan hukuman apakah ia ingin di Penjara atau di Denda.

Dengan adanya hukuman Denda maka ada bermacam-macam manfaat yang bisa diperoleh yaitu :
1. Dengan dibayarnya hukuman Denda maka akan sangat banyak Narapidana yang tidak perlu lagi tinggal di Penjara mengingat bahwa tiap tahun terjadi peningkatan jumlah Narapidana tindak pidana ringan sehingga Pemerintah selalu berpikir untuk menambah dan membangun penjara baru tiap tahun, ini sungguh membebani APBN kita ...!!!.

2. Dengan dibayarnya hukuman Denda dan langsung di setor ke kas Negara berarti ini bisa menambah pendapatan Negara dan dana ini bisa digunakan untuk memperbaiki fasilitas Penjara dan bisa juga digunakan untuk memperbaiki fasilitas umum yang lain.

3. Dengan dibayarnya hukuman Denda dan kemudian Narapidana ini bisa bebas maka Negara tak perlu lagi mengeluarkan dana sekitar Rp 261 M / tahun untuk ransum makanan para Narapidana ini , ini adalah penghematan yang sangat besar...!!!.
Kemudian untuk besaran Dendanya adalah sebanding dengan harga 1 Ekor Sapi = Rp 15 Juta, mengingat bahwa Denda dengan patokan hewan ternak sudah dan masih diterapkan oleh masyarakat adat tradisional kita dan ini adalah bentuk kearifan lokal yang layak untuk dijadikan referensi karena membayar denda adalah suatu bentuk hukuman juga.

4. Berdasarkan data dan fakta bahwa jumlah Narapidana di Indonesia saat ini adalah sekitar 145.000 orang dengan asumsi bahwa 50% adalah Narapidana tindak pidana ringan yang hukumannya kurang dari 1 tahun penjara maka potensi penerimaan negara adalah : 72.500 x 15.000.000 = Rp 1,087 T, sehingga total manfaat (Penghematan + Penerimaan) yang bisa diterima Negara adalah sebesar Rp 1,348 T. ini suatu jumlah yang sangat besar...!!!.

Mengingat sangat besarnya potensi penerimaan Negara yang akan diperoleh maka sangat baik sekali kiranya Hukuman Denda diterapkan sebagai hukuman alternatif pengganti hukuman penjara. Demikian yang bisa kami sampaikan , atas perhatian Bapak kami mengucapkan banyak terima kasih.

Tanjungpinang, Maret 2013
Salam Hormat,


Untuk Indonesia Yang Lebih Baik.
Aldi
Tanjungpinang
Tanjungpinang
0

Share

Sampaikan Komentar Anda
Komentar untuk berita ini

Rekaman Live Streaming Pidato Bung Karno 1 Juni di Bengkulu