.menu_preview{ /* display:none;*/ }

Kunjungi Green Canyon Pangandaran, Gus Jazil: Potensi Wisata Alam Harus Mampu Mesenjahterakan Warga

Kamis, 17 Sep 2020 - 11:49


 
Tanggal 16 September 2020, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid melakukan kunjungan ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kepada wartawan, kabupaten pemekaran dari Kabupaten Ciamis itu mempunyai banyak potensi wisata. “Di kabupaten ini ada wisata religi dan wisata alam”, ujarnya. Saat di Pangandaran, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengunjungi Cukang Teneuh atau yang popular disebut Green Canyon. Suatu wisata alam susur sungai yang masih alami dan penuh dengan keindahan alam.
 
Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu berharap potensi wisata alam yang ada di Green Canyon ditingkatkan dan dimaksimalkan. “Saya berharap agar promosi Green Canyon ditingkatkan”, ujarnya. Tak hanya itu, fasilitas yang ada juga dikembangkan dan dilengkapi. “Potensi alamnya sangat luar biasa sehingga perlu dikemas lebih baik dan proffesional”, paparnya. Di tempat ini disebut wisatawan bisa melakukan berbagai macam wisata air seperti susur sungai, rafting, snoorkling, dan diving.
 
Dengan mengelola wisata alam secara tepat maka hal yang demikian akan mengimbas pada kesejahteraan warga sekitar. “Saya berharap potensi wisata alam yang ada mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar”, ujar alumni PMII itu.

Tak hanya Green Canyon yang menjadi andalan Pangandaran. Di kabupaten ini juga terbentang pantai selatan. Saat berada di Pangandaran, Jazilul Fawaid melintas di sepanjang pantai itu. Salah satu pantai yang ada adalah Pantai Barat. Pantai ini biasa digunakan wisatawan untuk melihat matahari terbenam. Jazilul Fawaid kagum dengan keindahan pantai yang ada. "Pantai di Pangandaran juga perlu dipromosikan lebih massif lagi agar mampu mendatangkan wisatawan", paparnya. Di tepian pantai masih terhampar tanah-tanah yang masih banyak ditumbuhi pepohonan sehingga membuat suasana menjadi lebih menyegarkan.

Saat di Pangandaran pedagang merasa bersyukur atas kedatangan rombongan Jazilul Fawaid. Kehadiran mereka disebut membuat dagangan makanan dan minuman seperti mie rebus, krupuk, kopi, teh, dan es kelapa muda, menjadi terjual. Selama pandemi Covid-19 diakui, dagangannya sepi. "Allhamdulillah kedatangan Bapak Jazilul kita jadi laris", ujar ibu pemilik warung di area parkiran Green Canyon.

Menyingkapi hal demikian, Jazilul Fawaid tetap menekankan proses penerapan protokol kesehatan tetap diberlakukan dalam segala lini kehidupan. "Termasuk di dunia pariwisata", tuturnya. "Bila beraktivitas, kita wajib menerapkan protokol kesehatan", paparnya.

 


Baca Juga

Kontak