.menu_preview{ /* display:none;*/ }

Surat Pembaca - racikan menu SDM nusantara rasa rakyat

Racikan Menu SDM Nusantara Rasa Rakyat

Selasa, 22 Okt 2019 - 12:31 Herwin Nur Kota Tangerang Selatan

racikan menu SDM nusantara rasa rakyat Beda latar belakang, masuk area privat keluarga. Tampilan halaman depan, sebagai etalase, show window atau ruang peragaan. Menunjukkan jati diri. Bukan sekedar perwajahan. Penampakkan polesan seluas tampang dan setebal kulit muka. Bahas SDM utawa Sumber Daya Manusia – bukan Sumber Daya Masyarakat – jauh dari makna selamatkan diri masing-masing. Antar periode pemerintah, tak pernah ketinggalan sebut SDM. Bahasa politik, kajian akademis, pendekatan pembangunan terasa kurang menggigit jika cantumkan lema SDM. Sejak itu pula, seolah muncul status, klas, kasta, lapisan di rakyat. Pokoknya, yang dianggap layak sebagai bangsa potensial. Bukan pelengkap penderita. Bukan sebagai subyek pembangunan. Zaman Orde Lama mengenalkan jargon Amanat Penderitaan Rakyat (ampera), Penyambung Lidah Rakyat serta sebutan lainnya. Barisan BTN (buruh, tani, nelayan) – pokoknya yang masuk kategori wong cilik – menjadi kekuatan politik, tulang punggung parpol. Sampai menghadirkan diri dalam bentuk kudeta, pemberontakan PKI, 30 September 1965. Lanjutan dari Madiun Affair 1948. Zaman Orde Baru, ramuan politik berbasis “memanusiakan manusia seutuhnya”. Apa yang disebut dengan ‘rakyat’ seolah bak klas teri, papan bawah, akar rumput. Kendati Bapak Pembangunan doyan nasi tiwul dan sebangsanya. Merasa dilahirkan dari keluarga tani, desa, miskin. Reformasi yang bergulir mulai dari puncaknya, 21 Mei 1998. Anak bangsa pribumi nusantara termajinalkan, terpinggirkan karena tak mampu bersaing dengan sesama. Secara alami masuk klas yang hanya ngebak-ngebaki nusantara. Banyak tak menambah bilangan, berkurang tak mempengaruhi jumlah. Istilah uneducared people, permanent underclass, masyarakat kurang beruntung atau manusia yang berada di tempat yang salah, pada waktu yang tak semestinya. Jadi, sebagai SDM, model apakah pemirsa. [HaéN]

Kontak