.menu_preview{ /* display:none;*/ }

Surat Pembaca - Dari Santri Nusantara Untuk Dunia

Dari Santri Nusantara Untuk Dunia

Jum'at, 25 Okt 2019 - 09:44 Herwin Nur Kota Tangerang Selatan

Dari Santri Nusantara Untuk Dunia Jadi dengan adanya Hari Santri Nasional, yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Perjalanan sejarah santri nasional lebih panjang daripada sejarah NKRI. Agama Islam menjadi agama universal, mendunia. Tak ada alasan santri nasional merasa eksis di bawah tempurung zonasi nusantara. Dimana bumi dipijak, disitu santri bisa menimba ilmu. Daya santri anak sudah disiapkan sejak dalam kandungan. Menuntut ilmu sampai negeri China. Berburu ilmu sampai liang lahat. Keuniversalan santri nusantara, sesuai tuntutan global, siap laga tandang. Jangan sekedar jago kandang. Santri nasional sigap ikut arus laju peradaban, jangan terbawa arus dan jangan cuma jadi penonton. Pendidikan pesantren tidak berdasarkan zonasi teritorial tempat tinggal santri. Secara tak langsung menjadi perekat persatuan Indonesia. Kegiatan pesantren, secara tak langsung bisa menjadi penggerak roda perekonomian lokal. Kita simak, bahwasanya berkat Perubahan Keempat UUD NRI 1945, Pasal 31 berubah total. Fokus Pasal 31, ayat (5): (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Wajar jika ada kebijakan pemerintah, yang tak selalu memberi lampu hijau kepada santri. Tantangan global lebih dari itu. Untuk menjadi santri saja harus berkeringat. [HaéN]

Kontak