.menu_preview{ /* display:none;*/ }

Surat Pembaca - kerakyatan yang dipimpin, negara simbol vs simbol negara

Kerakyatan Yang Dipimpin, Negara Simbol Vs Simbol Negara

Selasa, 24 Des 2019 - 13:03 Herwin Nur Kota Tangerang Selatan

kerakyatan yang dipimpin, negara simbol vs simbol negara Mencari rakyat nusantara. Seperti apa sosok, profil, tongkrongan maupung tangkringan rakyat. Bagain integral dari pewujud, pengisi, pendukung, praktik menerus negara agraris. Diperkaya dengan lagu nenek moyangku orang pelaut. Bagaimana memberlagukan hutan tropis nusantara. Di tangan pihak lingkungan hidup dan kehutanan. Aksi sporadis berbasis karhutla, sebagai bukti ringan. Di pulau lain, masih ada galian alam. Luas lautan sejalan filosofi tol laut. Kandungan dan isi laut bisa mengalir bebas meliwati teritorial laut. Ketersediaan infrastruktur buatan dan alam yang menyediakan layanan dasar serta melindungi warga. Kembali memperkuat alinea pembuka. Bahwasanya rakyat bukanlah sekedar penduduk asli desa dan atau sebutan lainnya. Lokasi konflik agraria yang melibatkan semua aktor dari kawanan pemangku kepentingan. Mereka sudah mapan berdasarkan potensi lokasi dan sumber daya alam. Ketidakberadilan hanya risiko pembangunan mulai dari nol. Jangan ditanya, kehidupan kota berjuta rasa dan sengketa. Betul, karhutlan sebagai bukti pelipur lara, bahwasanya nusantara belum plontos. Masih ada yang bisa disisir. Keseimbangan tanah-air. Penurunan merata lapisan muka tanah – land subsidence – menurunnya muka tanah akibat beban bangunan, rapuhnya tanah dan penyedotan air tanah tanpa mengisi ulang. Hujan yang seharusnya masuk bumi, pola dan siklus isi ulang,. Dibiarkan menggerus permukaan, menggores wajah bumi yang terbuka. Ketersedian jalur air hujan alami maupun buatan, sudah apa daya. Penurunan muka tanah terutama di wilayah padat bangunan dan padat penduduk (model kumuh kota). Kondisi bentang alam kawasan terbanguan secara alamiah. Menjadi faktor penentu lokasi dibanding permukaan air laut. Di bawah permukaan laut. Daerah tangkapan dan resapan air hujan seolah menjadi tanggung jawab pemerintah lokal. Rakyat dengan rumah tinggalnya, tak mau becek-becek. Ternyata rakyat. [HaéN]

Kontak