.menu_preview{ /* display:none;*/ }

Surat Pembaca - jiwa Pancasila nusantara, sekali duduk pantang berdiri

Jiwa Pancasila Nusantara, Sekali Duduk Pantang Berdiri

Sabtu, 30 Mei 2020 - 11:00 Herwin Nur Kota Tangerang Selatan

jiwa Pancasila nusantara, sekali duduk pantang berdiri Tepatnya, kejadian perkara, peristiwa, kasus yang diliput masih sedang berjalan. Bertolak belakang dengan judul yang menunjukkan pen-duduk yang betah. Masyarakat manusia pemaham ‘dari tanah kembali ke tanah’, BAB dengan metode gali lubang langsung diisi dan timbun urug dengan tanah. Atau model kucing, menungging santai jika sudah sundul, pindah tempat. Pemuliaan pantat agar tampak duduk manis sesuai kontrak politik. Jangan lengah walau ada penjaga kursi. Bukan masalah curiga pihak potensial akan main sundul bak pesepak bola. Asas patuh taat skenario plus konspirasi sesuai biaya politik belum menjamin kursi aman. Hukum karma politik berbalas langsung di dunia. Pihak yang menjadikan politik sebagai agama bumi, tampak bangga jika mampu menjadi kolektor kursi segala tingkatan. Adonan mental berketahanan melihat peluang selalu di depan mata dan menjadi hak milik. Semangat uber kursi berbanding lurus dengan tagihan urusan akhirat rutin mengubernya. [HaéN]

Kontak