.menu_preview{ /* display:none;*/ }

Surat Pembaca - kapan-kapan kita ber-Pancasila lagi

Kapan-kapan Kita Ber-Pancasila Lagi

Minggu, 31 Mei 2020 - 13:11 Herwin Nur Kota Tangerang Selatan

kapan-kapan kita ber-Pancasila lagi Golongan darah yang terkandung di badan anak bangsa pribumi nusantara, selaku indikator utama kadar kandungan Pancasila sehat. Secara awam, apakah semua golongan darah membawa sifat dan kadar kepancasilaan yang sama. Golongan darah apa pada orang tua yang mempengaruhi golongan darah anaknya. Ternyata, nyatanya statistik pemilik golongan darah menunjukkan fakta golongan darah AB minim penggemarnya. Karakter tiap golongan darah tidak sama pada aspek tertentu. Bahkan bisa terjadi menjadi perseteruan terbuka. Merasa unggul dan pembawa nasib baik perbaikan keturunan. Faktor bawaan lain, apakah sang manusia pengguna aktif otak kanan atau sebaliknya otak kiri mendominasi tabiat, martabat, jati diri. Belum lagi guratan garis tangan yang berpola acak atau masuk pola tertentu. Panjang jari tangan sesuai kaidah atau efek asupan gizi. Pokoknya karakter anatomi tubuh identik dengan sila-sila Pancasila. Lalu lintas peradaban politik nusantara sebagai wujud nyata praktik Pancasila. Sepak jegal terjang, ujaran bebas, tindak tanduk seruduk penyelenggara negara menjadi cerminan komposisi sila-sila. Abaikan simbol partai politik yang memakai simbol Bintang, Banteng, Beringin. Ibarat ilmu maka Pancasila hanya sebatas melatih cara berpikir. Soal praktik, mau pakai sistem oplosan, pola kanibal, teknik gado-gado, sah-sah saja. Tergantung tujuan akhir periode atau kontrak politik. Setiap presiden punya lagu dan berlagu soal menu Pancasila. Agar tak terpinggirkan di arus deras global. Oleh karena itu, menjadi jago kandang, jawara lokal lebih aman, nyaman. [HaéN]

Kontak